dokter keuangan
pasang iklan media online

Pertemuan Prabowo dan Megawati Tunggu Putusan MK

Ilustrasi | Foto: Dok. Ist

Peluang News, Jakarta – Pertemuan presiden terpilih Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sangat dinantikan publik.

Pasalnya, pertemuan kedua ketua umum parpol itu diyakini oleh banyak pihak akan membawa kondusifitas pasca Pemilu 2024 lalu. Sekarang ini sebagian kelompok masyarakat di banyak daerah merasa kecewa dengan penyelenggaraan pemilu lalu. Mereka mengekpresikan kekecewaan dengan berunjuk rasa di antaranya menuntut penggunaan hak angket DPR, dan pemakzulan Presiden Joko Widodo.

Gugatan sengketa pemilihan presiden, Rabu (27/3), ini memasuki sidang perdana di Mahkamah Konstitusi (MK).

Meski begitu, desakan publik agar Prabowo mengadakan pertemuan dengan Megawati terus berlangsung.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, tidak masalah jika Megawati bertemu dengan Prabowo. Tetapi, untuk saat ini, Tim Hukum Ganjar Pranowo-Mahfud MD tengah mengajukan sengketa pilpres ke MK, bersama tim hukum Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.

Menurut Hasto, Megawati tak memiliki persoalan pribadi dengan Prabowo. Hanya pertemuan itu dapat dilakukan setelah MK memutuskan gugatan sengketa pilpres.

Sementara itu, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, Prabowo Subianto akan bertemu dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam waktu dekat.

Baik kader Gerindra maupun PDIP sama-sama menginginkan mereka bertemu.

“Saya yakin, dalam waktu pendek ini kedua beliau bisa bertemu karena semua pihak juga mengharapkan begitu,” ujar Muzani Selasa (26/3/2024) malam.

Muzani mengatakan, pertemuan Prabowo dengan Megawati hanya soal mencocokkan waktu. Pasalnya, Prabowo saat ini masih memiliki banyak agenda. Di lain sisi, Muzani mendengar Megawati juga sibuk pada Ramadan 2024 ini.

“Pak Prabowo masih banyak agenda yang harus dilakukan. Utamanya di dalam beberapa kesempatan terakhir ini. Sebaliknya Bu Mega juga selama bulan Ramadan ini juga konon agendanya juga padat,” ujarnya.

Muzani menjelaskan, Gerindra senang karena PDIP memberikan isyarat yang positif, di mana partai berlambang banteng itu tidak memiliki beban dan masalah dengan Gerindra.

“Ibu Mega juga tidak punya masalah dengan Pak Prabowo. Dan sebaliknya, kami Gerindra juga tidak punya beban atau masalah dengan PDIP. Dan kemudian Pak Prabowo juga tidak ada masalah dengan Bu Mega,” ujar Muzani.

Sebelumnya, politikus PDIP Junimart Girsang mengatakan, hubungan dua tokoh ini baik dan bukan tidak mungkin bertemu.[]