Ilustrasi-Foto: CNBC.
PURBALINGGA—PT Pertamina (Persero) Refinery Unit (RU) IV Cilacap menggandeng menjalin kDinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Pertamina untuk menyalurkan kredit dengan bunga rendah pada pelaku UMKM.
”Bunganya hanya enam persen untuk jangka waktu tiga tahun. Jauh lebih rendah dibandingkan bunga KUR yang tujuh persen per tahun,” kata Kepala Dinkop UKM Purbalingga, Budi Susetyono, Senin (21/9/20).
Menurut Budi para pelaku usaha bisa mengajukan permohonan untuk mendapatkan kredit modal usaha. Permohonan tersebut, nantinya akan disampaikan pada pihak Pertamina. Dia mencatat sebanyak 215 UMKM yang mengajukan permohonan.
“Setelah bantuan modal ini cair, para pelaku UMKM bisa benar-benar memanfaatkan pinjaman dari Pertamina ini untuk kegiatan usaha dan bukan menggunakannya konsumtif,” tambah Budi.
Sementara Unit Manager Communication , Relation, & CSR RU IV, Hatim Ilwan menyampaikan, kredit bantuan Pertamina hanya diberikan bagi pelaku IKM.
Definisi UMKM adalah usaha yang omzetnya tidak lebih dari Rp2,5 miliar per tahun dengan aset tanah dan bangunan tak lebih dari Rp500 juta. Kelompok inilah yang bisa mendapatkan kredit.
Dia menyebutkan, untuk pinjaman maksimal sebesar Rp5 juta, pihak pemohon tidak perlu menyertakan agunan. Namun di atas Rp5 juta hingga Rp200 juta, pemohon wajib menyertakan agunan.
Dikatakannya, bunga sebesar enam persen per tiga tahun, bukan bunga yang akan dimasukan sebagai laba. Namun lebih untuk menutup biaya-biaya administrasi.
”Kelebihan biaya yang harus dipenuhi pemohon kredit ini bukan untuk gaji saya atau karyawan Pertamina lainnya. Tapi akan kami kembalikan lagi kepada masyarakat dalam bentuk pelatihan, peningkatan keterampilan,” kata Hatim.
Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, mengapresiasi bantuan Pertamina ini akan sangat membantu para pelaku UMKM yang mayoritas terkendala modal karena tidak bankable. Padahal biasanya, salah satu masalah UMKM adalah modal.
Pemkab Purbalingga selama ini selalu berkomitmen terus mendorong dan memfasilitasi UMKM untuk bisa naik kelas.
“Berbagai hal yang sudah dilakukan, antara lain dengan melaksanakan program Bela-Beli, fasilitasi pengemasan produk, fasilitasi pemasaran daring melalui Tuka-Tuku Bukalapak, dan kerja sama pemasaran dengan Alfamart,” pungkas Dyah.








