KSP Makmur Mandiri mendapat dana bergulir sebesar Rp50 miliar dari LPDB-KUMKM untuk memperkuat usaha anggota yang terdampak Covid-19. Untuk mendukung pengembangan UMKM, dalam tiga tahun mendatang ditargetkan penyebaran kantor cabang di seluruh Tanah Air.
Sektor UMKM selama ini merupakan andalan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Terlebih pada masa pandemi seperti sekarang, sektor usaha itu diyakini dapat menjadi motor penggerak untuk memulihkan ekonomi. KSP Makmur Mandiri (KMM) merupakan salah satu koperasi besar di Indonesia yang sejak awal didirikan pada 2009 silam menaruh perhatian besar pada usaha yang digeluti mayoritas pelaku bisnis tersebut.
Tumbur Naibaho, Ketua KMM mengungkapkan, koperasi yang dipimpinnya fokus pada pembiayaan UMKM terutama di segmen mikro kecil. Ceruk pasar yang masih lebar menjadi salah satu alasannya. “Kami membidik segmen mikro kecil yang potensial untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi dan mencapai kesejahteraan bersama,” ujar Tumbur.
Komitmen KMM pada usaha mikro kecil dibuktikan dengan penyaluran kredit yang maksimal sebesar Rp10 juta. Sedangkan untuk kegiatan produktif, bisa mencapai Rp250 juta. Sampai sekarang, kualitas kreditnya pun terjaga dengan rasio angka kredit bermasalah cukup rendah. Ini menandakan KMM telah melakukan manajemen risiko kredit dengan sangat prudent.
Untuk memperkokoh penetrasi pasar KMM terus memperluas jaringan kantor cabang. Kini, sudah ada 143 cabang yang tersebar di 21 provinsi. Dalam tiga tahun mendatang, ditargetkan sudah ada kantor cabang KMM di seluruh Indonesia. Sejalan dengan pengembangan jaringan kantor, jumlah anggota pun dibidik hingga mencapai 100 ribu orang sampai akhir tahun. Saat ini jumlahnya baru 57 ribu anggota.
Tumbur menambahkan dengan semakin banyaknya masyarakat yang menjadi anggota akan memperkuat permodalan koperasi. Dengan begitu, koperasi pun memiliki ruang yang lebih besar untuk menyalurkan pembiayaannya. “Kami terus menggenjot jumlah anggota agar semakin banyak yang terbantu oleh koperasi,” ujarnya.
Selain memperbesar anggota, kerja sama kemitraan dengan lembaga lain seperti LPDB- KUMKM pun ditingkatkan. Pada awal Agustus, KMM baru saja mendapatkan pinjaman dana bergulir sebesar Rp50 miliar. Dana bergulir itu akan dialokasikan untuk usaha produktif anggota terutama yang terdampak Covid-19.
Persetujuan dana bergulir LPDB-KUMKM itu merupakan salah satu bukti kepercayaan pemerintah terhadap sepak terjang KMM dalam memberdayakan pelaku usaha mikro kecil. Sebab, tidak bisa dipungkiri dampak dari pandemi ini memukul banyak pelaku usaha di tingkat akar rumput. Oleh karenanya, dana bergulir yang disalurkan akan sangat membantu pemulihan usaha. “Kami salurkan dana bergulir dari LPDB-KUMKM untuk kegiatan usaha produktif yang dijalankan anggota,” pungkasnya.
Jam terbang Tumbur yang tinggi dalam mengelola bisnis keuangan membuat langkah-langkahnya senantiasa terukur. Pilihannya untuk memberdayakan UMKM terbukti mampu membuat bisnis KMM semakin berkembang, meski diadang pandemi. (Kur)





