JAKARTA—Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank mendapatkan amanah penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp5 triliun untuk 2022.
Penyaluran PMN ini diperuntukan mendorong sektor UKM secara komersial dan penugasan khusus, seperti ekspor.
Direktur Eksekutif LPEI Rijani Tirtoso mengatakan pada tahun lalu penyaluran PMN telah mengakselerasi pembiayaan sebesar Rp84 triliun meliputi penjaminan pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebesar Rp13 triliun dan asuransi sebesar Rp11 triliun.
“PMN telah membantu LPEI mampu mengakselerasi pembiayaan hingga Rp84 triliun, penjaminan termasuk PEN sebesar Rp13 triliun, asuransi Rp11 triliun, serta penciptaan eksportir baru dan enam program Desa Devisa dengan 27 desa binaan,” ungkap Rijani dalam keterangan tertulis, Jumat (7/1/22).
Sejak 2010 sampai 2021 LPEI mendapatkan PMN sebesar Rp28,7 triliun untuk menguatkan modal dan meningkatkan kapasitas usaha.
Dia mencatat LPEI telah menghasilkan kontribusi PNBP kepada negara dengan total sebesar Rp1,4 triliun, keseluruhannya pada periode 2010 hingga 2021.
Atas pembiayaan yang yang disalurkan pada 2021, LPEI memiliki dampak pembangunan seperti peningkatan investasi 2,5 kali atau Rp 212 triliun, peningkatan PB sebesar 2,5 kali atau senilai Rp 211 triliun, peningkatan ekspor hingga 3,6 kali atau senilai Rp 302 triliun.
Dampak lainnya adalah penyerapan tenaga kerja mencapai 51 orang per Rp1 miliar pembiayaan yang disalurkan LPEI.
Ke depan lanjut Rijani adanya pencapaian tersebut, LPEI berupaya mengoptimalkan PMN yang diterima untuk meningkatkan perekonomian negara melalui ekspor.
LPEI secara maksimal menyalurkan PMN baik yang sifatnya komersial maupun penugasan khusus seperti PKE Kawasan, UKM, trade finance, alat transportasi.
“Dari jasa konsultasi, LPEI akan menargetkan program kolaborasi rumah ekspor di empat wilayah, yaitu Solo, Jakarta, Makassar dan Surabaya, 100 eksportir baru UKM dan 10 Program Klaster Desa Devisa baru,” pungkasnya





