Peran Kopmen BMI dalam mengakselerasi perluasan pasar produk usaha anggota dan sirkuit ekonomi akan semakin kencang dengan dukungan SDM berintegritas.
Implementasi tata kelola koperasi yang excellent dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan. Konsumen Benteng Muamalah Indonesia (Kopmen BMI) berkomitmen untuk terus memperkuat kerangka kerja tata kelola koperasi yang meliputi struktur, proses, maupun kinerja yang ditargetkan.
Radius Usman, Direktur Utama Kopmen BMI sekaligus Wakil Presiden Direktur Koperasi BMI Group mengungkapkan, pelaksanaan GCG di koperasi membutuhkan komitmen dari pucuk pimpinan dan dukungan SDM berintegritas. “Kinerja excellent koperasi akan dihasilkan oleh SDM berkualitas dan berintegritas yang melaksanakan prinsip-prinsip tata kelola,” ujar Radius dalam acara Pembekalan SDM Super Excellent Kopmen BMI.
Acara yang digelar di Hotel Episode Gading Serpong Tangerang, 12 Desember 2022, itu mengusung tema “Kopmen BMI Menuju Tata Kelola Koperasi Yang Excellent”. Pemateri yang dihadirkan yaitu Kamaruddin Batubara, Direktur Utama Kopsyah BMI sekaligus Presiden Direktur Koperasi BMI Group; Supomo, Direktur Utama LPDB KUMKM; Cahya Adi, BM Bank Muamalat Puri Indah; dan Guido Van Hofwegen, Co Founder dan Director Nazava Water Filter.
SDM Kopmen BMI sejauh ini memiliki kompetensi dan internalisasi nilai-nilai syariah yang menjadi basis penggerak seluruh aktivitas. Hal itu dibuktikan dengan tiadanya kasus fraud dan kinerja yang terus meningkat. Melalui acara pembekalan tersebut, diharapkan SDM semakin profesional dan berintegritas untuk menghadapi tantangan yang semakin berat pada masa mendatang.
“Dengan pembekalan ini kami yakin usaha Kopmen BMI semakin berkembang dan menjadi akselerator usaha anggota koperasi,” tambah Radius.
Dalam kesempatan yang sama, Supomo mengungkapkan kekagumannya atas torehan Kopmen BMI yang menjalankan peran sebagai konektivitas produk antar anggota untuk memperkuat sirkuit ekonomi koperasi.
”Saya ingin katakan salut untuk Kopmen BMI, saya bayangkan Kopmen BMI belum sejauh ini, namun saya juga berpesan Kopmen BMI nanti bukan hanya masuk wilayah trading saja tetapi juga membuat atau memproduksi” ujar Supomo.
Dalam paparan materinya tentang Governance, Risk, and Compliance (GRC) Bagi Koperasi, Supomo merekomendasikan empat hal pokok untuk mempertegas tata kelola yang baik. Pertama, perlunya komitmen pengurus dan pengawas menerapkan prinsip GRC. Kedua, menyusun profil risiko lembaga dan melaksanakan AIETA (awareness, interest, evaluation, trial, dan adaptation).
Ketiga, perlunya menentukan six lines of defense atau pertahanan berlapis mulai dari pengurus, pengawas sampai pada lini terbawah. Keempat, harus menetapkan target yang ingin dicapai. “Koperasi juga perlu memberikan rewards kepada karyawan yang mampu menerapkan GRC dengan efisien,” pungkas Supomo.
Dalam praktiknya, selama ini prinsip GRC sudah diterapkan di Kopmen BMI. Acara pembekalan merupakan upaya meningkatkan wawasan teoritis untuk semakin menebalkan tekad menjadi konektivitas produk usaha anggota di seluruh jaringan Koperasi BMI Group. (Kur).








