Banyak cara menjadikan koperasi tumbuh berkembang, antara lain konsistensi anggota dalam mengusung prinsip jati diri. Sementara dukungan eksternal, terutama dari pemerintah juga sangat diperlukan seperti menciptakan iklim yang nyaman bagi anggota melalui pembentukan Lembaga Penjaminan Simpanan Koperasi.
Hingga hari ini saya masih optimistis perkembangan koperasi ke depan semakin membaik. Lembaga yang digadang-gadang sokoguru perekonomian ini memiliki kemampuan beradaptasi dan responsif terhadap dinamika zaman. Koperasi juga dinilai dapat menjadi solusi atas problematika, terutama yang dihadapi oleh masyarakat di tingkat akar rumput. Keunggulan koperasi tentu saja pada aspek gotong royong dan solidaritas untuk membantu sesama. Kedua aspek ini menjadi nilai utama koperasi yang sesuai dengan kepribadian bangsa. Lantaran itu koperasi mampu bertahan hingga kini.
Faktor eksternal kemajuan koperasi yang saya sebut di atas, yaitu arti penting peran pemerintah dalam melakukan penetrasi koperasi di seluruh lapisan masyarakat. Dengan segala kewenangannya, pemerintah dapat mengeluar-kan kebijakan yang berpihak pada pengembangan usaha koperasi. Salah satu desakan yang sudah sering disampaikan pegiat koperasi adalah perlunya pemerintah mendirikan lembaga penjamin simpanan (LPS) Koperasi.
Seperti halnya di perbankan, kehadiran LPS akan menumbuhkan kepercayaan publik kepada koperasi. Sehingga dukungan masyarakat terhadap koperasi dengan cara menjadi anggota aktif akan semakin luas. Usulan LPS Koperasi sudah lama kita suarakan, semoga pemerintah segera merealisasikannya.
Sisi lain yang juga urgent, adalah bagaimana estafeta kepengurusan di koperasi berjalan mulus dengan melibatkan sebanyak mungkin generasi muda. KSP Kopdit Pintu Air sejak beberapa tahun belakangan aktif menyasar pasar ke tengah generasi muda, yaitu kaum milenial dan Gen Z yang kita tahu saat ini merupakan kelompok penduduk terbesar saat ini. Oleh karenanya, sosialisasi dan edukasi terhadap kedua kelompok itu terus dilakukan secara kontinu.
Yang telah dilakukan selama ini di Kopdit Pintu Air adalah memberikan ruang bagi siswa atau mahasiswa yang ingin melakukan praktik kerja lapangan (PKL) di koperasi. Dengan demikian, diharapkan mereka dapat lebih mengenal koperasi. Khusus untuk mengantisipasi pasar milenial ini kami siapkan layanan digital yang memudahkan anggota dalam melakukan transaksi.
Digitalisasi merupakan karakteristik kaum milenial yang gandrung pada teknologi terkini. Sebelum menyelesaikan komentar ini, kembali saya ingin berpesan bahwa koperasi itu dibesarkan melalui pendidikan anggotanya.
Maka bakal sulit kita menerima jika ada koperasi yang tidak melakukan kewajiban dalam memfasilitasi Pendidikan untuk anggota. Lantaran itu, Kopdit Pintu Air tetap konsisten tetap menggelar pendidikan secara periodik bagi anggotanya dalam upaya menjaga loyalitas. (Kur)





