Dalam masa pandemi, KPPDK tidak melakukan pemutusan hubungan kerja dan tidak menunda pembayaran gaji karyawan. Kinerja pun tetap stabil yang berujung pada prestasi sebagai 100 Koprim Terbaik PKPRI DKI Jakarta 2022.
Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Pepatah lawas itu cocok dengan kondisi yang dialami Koperasi Pengayoman Pegawai Kementerian Hukum dan HAM RI (KPPDK). Bermodalkan kebersamaan, koperasi ini mampu melewati badai pandemi dengan tetap membukukan kinerja yang stabil dan memberi layanan prima kepada anggota.
Ketua Pengurus KPPDK, Muhammad Indra mengungkapkan dalam kepengurusan selalu menekankan semangat kebersamaan. Hal itu diimplementasikan dengan mengedepankan musyawarah dan mufakat dalam setiap pengambilan keputusan. “Visi misi KPPDK ingin kita capai secara bersama-sama dengan mengedepankan semangat kekeluargaan dan kebersamaan,” ujar Indra.
Nilai kebersamaan yang diusung mendapatkan ujian serius saat pandemi Covid-19. Usaha koperasi sempat tertekan karena pembatasan mobilitas masyarakat oleh pemerintah untuk mencegah meluasnya penyebaran virus corona. Aktivitas kantor pun berkurang bahkan pernah ditutup untuk sementara waktu.
Dalam menghadapi dampak pandemi tersebut, kata Indra, sejumlah terobosan dilakukan agar KPPDK tetap eksis. Ini wajar dilakukan karena situasi yang abnormal dan belum pernah dihadapi sebelumnya. Kolaborasi dengan pihak lain pun digenjot agar usaha tetap berkesinambungan. Caranya dengan memberikan modal untuk operasional dengan prinsip saling menguntungkan.
“Kebanggaan kami bahwa sampai saat ini dari 82 pegawai dan pengurus tidak ada yang di PHK. Tidak ada pengurangan gaji dan sebagainya. Kami tetap eksis dengan berbagai guncangan pandemi yang sangat menganggu operasional,” ungkap Indra.
Perjuangan Indra dan jajaran dengan dukungan penuh anggota pun terbayar lunas dengan diganjarnya KPPDK sebagai salah satu 100 Koprim Terbaik PKPRI DKI Jakarta 2022. Torehan tinta emas dalam perjalanan koperasi ini patut diapresiasi dan semakin menambah motivasi pengurus untuk memberikan layanan terbaik kepada anggota.
Ke depan, Indra yang sempat tinggal di Taiwan selama lima tahun itu berharap koperasi Indonesia lebih baik. “Saya terkesan dengan cara berkoperasi di Taiwan dimana pemerintahnya berorientasi kepada perekonomian kerakyatan. Kita bisa mengadopsi praktik berkoperasi di sana,” pungkasnya. (Kur).








