Satu lagi koperasi skala besar di wilayah Kalimantan Barat, yaitu KSP CU Keling Kumang (CUKK) bakal menjalin kemitraan dengan LPDB-KUMKM.
Hal itu disampaikan oleh Dirut LPDB-KUMKM Supomo usai mengunjungi koperasi kebanggaan masyarakat Kabupaten Sintang, Rabu (18/5/2022). Turut serta dalam kunjungan tersebut Direktur Bisnis Krisdianto dan Kepala Divisi Bisnis III Arief Hartanto.
Perkuatan terhadap ekosistem bisnis CU KK antara lain akan dilakukan melalui anak usahanya yang bergerak di sektor riil yakni Koperasi Konsumen Keling Kumang Union yang merupakan hasil pemecahan entitas usaha baru (spin-off) dari CUKK.
Kemudian, rangkaian kunjungan dilanjutkan dengan meninjau 3 (tiga) anak perusahaan CUKK yakni Koperasi Konsumen Keling Kumang Union, Koperasi Jasa Ladja Tampun Juah, dan Koperasi Produsen Keling Kumang Agro. Ketiga koperasi tersebut tersebar di wilayah Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat.
Dalam kegiatan tersebut, Supomo mengatakan bahwa kunjungan ini merupakan rangkaian lanjutan dan upaya tindak lanjut dari kunjungan kerja Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki beberapa waktu lalu ke Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.
Menurutnya, LPDB-KUMKM sebagai kepanjangan tangan pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan kepada koperasi-koperasi di seluruh Indonesia, termasuk berkunjung ke koperasi-koperasi potensial yang belum menjadi mitra LPDB-KUMKM seperti CUKK.
“Kami sengaja datang kesini bersama Tim Bisnis LPDB-KUMKM untuk melihat secara langsung kondisi lapangan. Dengan begitu, kami dapat mengetahui apa yang bisa kami follow up dari KSP CU Keling Kumang,” tukas Supomo lagi.
Sebagai salah satu KSP terbesar di Provinsi Kalimantan Barat, Supomo mengakui bahwa dari sisi kinerja CUKK sudah berjalan dengan baik. Selain itu, dari sisi citra atau image, koperasi ini juga telah dikenal baik oleh masyarakat di Kalimantan Barat.
“Setelah kami keliling, KSP CU Keling Kumang ini bagus, baik sisi image maupun kinerja. Kami juga telah mengonfirmasi ke beberapa instansi disini, memang koperasi ini tercatat memiliki image yang baik, sehingga Tim LPDB-KUMKM datang untuk menganalisa seluruh unit usahanya dan mendapatkan hasil positif (baik),” kata Supomo.
Setelah melakukan kunjungan lapangan, LPDB-KUMKM melalui Direktorat Bisnis akan melakukan verifikasi maupun analisa bisnis terhadap dokumen-dokumen maupun legalitas dari anak usaha CUKK.
“Kunjungan lapangan sudah dilakukan, maka dilanjut dengan pengecekan dokumen-dokumen yang diperlukan serta legalitasnya. Saya kira ini adalah prospek yang baik untuk bisnis LPDB-KUMKM dan KSP CU Keling Kumang untuk maju bersama,” lanjut Supomo.
Dalam pertemuan tersebut, Supomo menegaskan LPDB-KUMKM siap mendukung pengembangan bisnis sektor riil dari anak usaha CUKK untuk tumbuh dan berkembang dalam memajukan perekonomian masyarakat.
“Untuk sektor simpan pinjam saat ini tidak kami support dulu, namun untuk sektor riil-nya mudah-mudahan bisa kami dukung dari segi perkuatan permodalan,” kata Supomo.
Hal ini dilatarbelakangi, salah satu spin-off CUKK yakni Koperasi Konsumen Keling Kumang Union bergerak dalam usaha sektor riil bidang penyediaan sarana produksi pertanian (saprotan) dari petani kelapa sawit, pembibitan, hingga pusat Demonstration Plot (Demplot) yang merupakan metode penyuluhan pertanian yang ditujukan kepada petani.
“Itu semua perlu didukung dari sisi pembiayaan, oleh sebab itu LPDB-KUMKM hadir untuk mensupport. Karena koperasi membutuhkan modal kerja yang tidak sedikit untuk perputaran bisnisnya, dan kami bisa memperkuat ekosistem bisnis yang sudah terbentuk,” jelas Supomo.
Sebagai informasi, sejak Maret 2021, Keling Kumang Group (KKG) bertransformasi menjadi Gerakan Credit Union Keling Kumang dengan menjadikan CUKK menjadi induk dari semua Gerakan termasuk spin-off (pemecahan entitas usaha baru) CUKK. (E-1)





