hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
Ragam  

Perkuat Budidaya Nilam, BSI Gandeng Universitas Syiah Kuala

Jakarta (Peluang) : Kerja sama ini upaya untuk meningkatkan kualitas minyak nilam.

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) bersama BSI Maslahat menjalin perjanjian kerja sama dengan Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala. Kerja sama tersebut dalam rangka memperkuat kapasitas pelaku usaha budi daya nilam di wilayah Aceh.

Direktur Penjualan & Distribusi BSI, Anton Sukarna mengatakan, kerja sama ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas minyak nilam Aceh yang merupakan komoditas unggulan Indonesia. Hal tersebut sekaligus mendukung pemulihan ekonomi melalui program pemberdayaan.

BSI dan BSI Maslahat berperan melaksanakan program usaha mikro kecil menengah (UMKM) BSI bagi masyarakat pelaku budidaya nilam di wilayah Aceh. Sementara itu, ARC Universitas Syiah Kuala memberikan dukungan asistensi dan pendampingan Program UMKM BSI Klaster Minyak Nilam dengan target peningkatan kualitas minyak nilam.

“Harapannya ARC Universitas Syiah Kuala mendampingi dan menyerap hasil panen minyak nilam dari petani binaan BSI Maslahat yaitu masyarakat yang kurang mampu atau mustahik,” kata Anton dalam keterangan resminya, Rabu (28/9/2022).

Ia menjelaskan, satu hektar lahan mampu menghasilkan sekitar 200 kilogram (kg) nilam. Adapun harga minyak nilam mencapai Rp 500 ribu-600 ribu per kg. Lahan eksisting saat ini mencapai 15 hektar, sementara jumlah penerima manfaat berjumlah sekitar 50 orang.

ARC Universitas Syiah Kuala adalah lembaga yang didirikan untuk mengangkat kembali minyak nilam yang merupakan komoditas unggulan Aceh. Minyak nilam sendiri memiliki sejarah panjang di Aceh sejak zaman Belanda. BSI menilai ARC sudah berpengalaman dalam mengurus nilam.

Rencananya, BSI dan BSI Maslahat akan menyiapkan program khusus untuk mengangkat potensi komoditas nilam Aceh. Produk minyak nilam tersebut saat ini dapat dijumpai di UMKM Center BSI di Aceh.

Pada tahun 2022 ini, BSI menargetkan produk minyak nilam asal Aceh dapat menjadi komoditas ekspor asal Aceh. 

Anton menyampaikan, BSI Maslahat akan terus berkolaborasi  dengan ARC Universitas Syiah Kuala dan kembali menghidupkan gairah produksi minyak nilam.

“Perjanjian kerja sama dengan Universitas Syiah Kuala melalui ARC ini diharapkan dapat mendampingi petani nilam agar mampu bersaing di pasar, termasuk pasar global,” ujar Anton.

Direktur Innovation & Empowerment BSI Maslahat, Fauzi Indrianto berharap kolaborasi ini bisa memicu adanya akselerasi dan percepatan agar program UMKM BSI klaster Minyak Nilam. Sehingga tujuannya cepat tercapai dan sesuai harapan. (S1).

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate