ANYER—Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) menyampaikan sejak Desember 2019 hingga November 2020 terjadi kenaikan aset dari Rp603 miliar menjadi Rp677 miliar atau setara dengan 12, 2 persen.
Sementara, penyaluran pembiayaan mengalami penurunan sebesar 22 persen dari sebelumnya pada tahun 2019 yakni Rp840 miliar hingga November 2020 sebesar Rp652 miliar.
Presiden Direktur Kopsyah BMI Kamaruddin Batubara mengatakan di tengah pandemi Covid-19, piutang koperasi naik sebesar 8,7 persen. Dari Rp431 miliar menjadi Rp468 miliar. Laba mengalami penurunan dari Rp17,2 miliar menjadi Rp2,3 miliar.
“Kabar baiknya, tidak ada satupun karyawan kami PHK,” terang Kamaruddin dalam sambutannya pada Rapat Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RK-RAPB) Tahun Buku 2021 di Hotel Jayakarta, Anyer, Serang, 1-3 Desember 2020 itu.
Acara tersebut diikuti para pengawas syariah, pengawas operasional, pengurus, manajer pusat, manajer area dan manajer cabang tersebut. Kegiatan dibuka langsung oleh Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Barat Suhra.
Kamaruddin juga melaporkan simpanan mengalami penurunan sebesar 1,9 persen dari Rp253,5 miliar menjadi Rp248,5 miliar. Lalu, permodalan mengalami penurunan 0,2 persen dari Rp230 miliar menjadi Rp229,4 miliar.
Kendati demikian, kepercayaan masyarakat terhadap BMI kian bertambah. Itu dibuktikan dengan peningkatan anggota baru. Kenaikannya dari 162.763 orang menjadi 177.583 orang. Di internal, kenaikan jumlah karyawan terjadi dari 761 pada Desember 2019 menjadi 873 orang di November 2020.
”Kami juga melaporkan bahwa kantor cabang mengalami kenaikan dari tahun lalu yakni 45 cabang kini bertambah 20 menjadi 65 cabang,” jelas Kamaruddin.
Sektor Kopmen BMI yang baru dua tahun berdiri, juga tetap tegar bagaikan karang di tengah pandemi. Itu terlihat dari peningkatan aset Rp19,3 miliar di tahun 2019 kini melonjak hingga Rp24,4 miliar pada November 2020.
Persediaan Rp6,5 miliar menjadi Rp7,4 miliar. Permodalan pun mengalami peningkatan dari Rp8,2 miliar menjadi Rp9,1 miliar. Lewat kerja keras anggota Kopmen BMI juga bertambah menjadi 81.313 orang. Sama halnya dengan Kopsyah, Kopmen BMI tak melakukan PHK.
“Untuk 2021, Kopsyah BMI bertekad untuk terus menabur manfaat dan tidak hanya sekadar berorientasi pada keuntungan,” kata Kamaruddin.
Landasan pelaksanaan RK-RAPB didasari oleh Peraturan Menteri Koperasi dan UKM Nomor 19 Tahun 2015 tentang penyelenggaraan rapat anggota koperasi. Dalam Pasal V permen tersebut menyebutkan, menetapkan bahwa RK-RAPB akan dibawa ke Rapat Anggota Tahunan. Sekedar diketahui, RAT BMI sendiri biasa dihelat pada pertengahan Januari 2021 antara tanggal 21 dan 23 setiap tahunnya.
Rencana 2021
Rapat RK-RAPB juga mencakup sejumlah rencana bisnis, kegiatan sosial, pemberdayaan, ziswaf, humas dan promosi termasuk digitalisasi koperasi BMI (Kopsyah BMI Mobile dan Doit BMI). Sejumlah poin penting RK-RAPB BMI Tahun Buku 2021 adalah menargetkan pertumbuhan Kopsyah BMI maksimal 10 persen di tahun 2021.
Adapun Kopsyah BMI tidak membuka cabang baru untuk memfokuskan penambahan dan peningkatan layanan untuk anggota di tahun depan. Salah satu Kantor Cabang yang diapresiasi oleh Presdir BMI adalah Taktakan yang selama Pandemi bisa membukukan anggota hingga 2.000 orang lebih.
”Sementara di sektor riil, semua sektor bisnis di Kopmen BMI wajib membukukan laba di tahun 2021. Begitupun 20 cabang baru Kopsyah BMI untuk terus meningkatkan jumlah anggotanya sesuai target,” jelas Kamaruddin.
Dikatakannya, Koperasi BMI kini telah memiliki tiga pilar ekonomi syariah. Di sektor moneter yakni Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) Benteng Mikro Indonesia dan di sektor riil, Koperasi BMI memiliki Koperasi Konsumen Benteng Muamalah Indonesia. Terakhir adalah Zakat, Infaq, Sadaqah dan Wakaf (Ziswaf) sesuai Permenkop Nomor 11 Tahun 2017 tentang pengelolaan simpan pinjam syariah.
Promosi dan mutasi sesuai dengan ketentuan berlaku. Dalam sambutannya, Kamaruddin Batubara juga menunjuk Manager Area Yanita Nurmala yang telah mengabdi 14 tahun di BMI menjadi Manajer Pendanaan Kopsyah BMI berdasarkan kompetensi.
Pada 2021, BMI berencana membangun Kantor Cabang Kemiri Kabupaten Tangerang dan partisi kantor pusat yang akan dibangun Divisi Konstruksi dan Toko Bangunan Kopmen BMI. Pada tahun depan, BMI juga akan membangun pabrik bio ethanol, pabrik pupuk hayati dan air mineral.
”Rencananya lahan pabrik bio ethanol dan pupuk hayati akan dibangun di lahan BMI di Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang. Badan hukumnya tidak PT tapi koperasi. Sesuai Pasal 33 UUD 1945 ayat 1-3,” paparnya.
Peraih Satyalancana Wira Karya oleh Presiden RI itu kembali mengajak peserta rapat untuk kembali mengikuti jejak Bung Hatta yakni membangun kembali semangat Koperasi yang Indonesia. Koperasi Indonesia yang dilandasi dengan semangat kekeluargaan dan rasa kolektif yang kuat.
”Kita terus memperjuangkan mandiri dalam permodalan, berkarakter dalam pemberdayaan dan bermartabat dalam pelayanan. Karena kita harus melayani dengan hati dan nurani. Kita sudah membangun Rumah Siap Huni Gratis yakni 275 unit dan itu akan terus kita tingkatkan tahun depan,” tegasnya.
”Teruslah meningkatkan kompetensi masing-masing dalam hal perkoperasian agar menjadi contoh bagaimana berkoperasi sesuai semangat Bung Hatta yakni Koperasi Indonesia, bukan kepentingan kelompok namun kepentingan semua,” tambahnya.
Kamaruddin mendorong para manajer untuk meningkatkan kompetensinya dalam berkoperasi.
Menkop Apresiasi Kinerja Kopsyah BMI
Lewat tayangan video, Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki memberikan selamat atas terselenggaranya RK-RAPB BMI Tahun Buku 2021. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kinerja BMI yang tetap bertahan di tengah kondisi pandemi ini.
”Koperasi BMI adalah koperasi syariah yang tetap eksis di tengah pandemi Covid 19. Bertahan di posisi ini merupakan prestasi yang patut kita banggakan. BMI telah menunjukkan konsistensi melayani anggota dengan lima instrumen Model BMI Syariah,” ucap Teten.
Kegiatan Ziswaf dan pemberdayaan ekonomi anggota BMI juga diapresiasi Menkop UKM RI. Untuk merespon Industri 4.0, sambung Menkop, digitalisasi Koperasi BMI telah berhasil meningkatkan pelayanan dan kebutuhan anggota secara transparan tanpa meninggalkan prinsip-prinsip syariah.
Transformasi digital perlu mendapat dukungan dari segala pihak. Besarnya potensi ekonomi digital di Indonesia merupakan kesempatan besar yang bisa digerakkan koperasi maupun UKM.
“Melalui momentum ini, kita harus memliki optimisme yang tinggi dalam menghadapi digitalisasi sebagai instrumen yang mampu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dan meningkatkan citra dan kepercayaan masyarakat kepada koperasi,” terang Menteri.
Sementara, Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Barat Suhra mengaku terkesan dengan laporan RK-RAPB Koperasi BMI Tahun Buku 2021. Ia pun kagum dengan laporan penambahan aset termasuk rencana kinerja BMI di tahun 2021.
”Saya sangat terkesan lewat laporan dengan Pak Kamaruddin Batubara terkait kemajuan yang sudah dicapai Tahun 2020. Meski di landa pandemi, BMI mampu bertahan dengan niat kebersamaan sesuai tuntunan Insha Allah, itu akan mendapat Ridho Allah SWT. Saya sampai terkejut, mendengar proyeksi BMI bisa jadi kenyataan,” kata Suhra.
Bila dibandingkan dengan perusahaan swasta, sambung Suhra, BMI tetap perkasa dan tidak melakukan PHK sekalipun.
”Syukur Alhamdulillah, ini bisa dipertahankan dan survive Ini luar biasa. Dan saya mendapat pelajaran luar biasa dalam acara ini. Saya berharap bahwa SOP Koperasi BMI ini bisa ditularkan kepada koperasi lain,” tandasnya (Van).








