
Lain ladang, lain belalang. Peribahasa ini tepat untuk menggambarkan tantangan dunia kerja yang pernah dan sedang digeluti Benmanuel Sitompul. Sebelum berkarir di koperasi, ia pernah bekerja di perusahaan minyak dan gas (migas) di daerah Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.
Menurut pria yang kini dipercaya sebagai Manajer Cabang Cianjur 1 Koperasi Makmur Mandiri (KMM) itu, salah satu tantangan terbesar yang perlu dibenahi pegiat koperasi adalah anggapan bekerja di koperasi kurang bergengsi. Selain itu, persaingan dengan lembaga keuangan mikro lainnya yang semakin ketat.
“Anggapan koperasi kurang bergensi karena faktor pengelolaan dana yang belum profesional, terbatasnya modal serta kurangnya pemahaman tentang koperasi itu sendiri,” ujarnya.
Pria kelahiran Suka Rame, 8 Juni 1993 itu menambahkan, untuk mengatasi persaingan yang semakin tajam, koperasi perlu meningkatkan kepercayaan masyarakat dengan meningkatkan praktik tata kelola. Sehingga nantinya akan berdampak terhadap kinerja koperasi secara keseluruhan.
Benmanuel mengaku bersyukur pengelolaan usaha KMM profesional dan terus mengembangkan layanan dan inovasi produk. Selain itu, Cabang Cianjur 1 senantiasa menjaga integritas dan komunikasi efektif dengan anggota. “SHU kami sudah di atas Rp500 juta sesuai dengan target Kantor Pusat,” pungkasnya.





