hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
Wisata  

Perang Iran vs AS dan Israel Mulai Berdampak ke Industri Perjalanan Nasional

Perjalanan
Ilustrasi/Foto: samudranesia.

PeluangNews, Jakarta – Konflik di Timur Tengah telah menimbulkan dampak yang sangat besar bagi perekonomian global.

Sejak serangan militer besar-besaran oleh Amerika Serikat dan Israel ke Iran secara terbuka dimulai 28 Februari 2026, dampaknya bukan hanya pada masalah bahan bakar minyak (BBM) tetapi juga sektor lain antara lain pariwisata.

Ketua Umum Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO), Pauline Suharno mengungkapkan, ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah mulai berdampak langsung terhadap industri perjalanan nasional, khususnya untuk rute internasional yang bergantung pada jalur transit di wilayah itu.

Pembatalan penerbangan oleh sejumlah maskapai telah memicu lonjakan pembatalan perjalanan, terutama untuk destinasi Eropa selama periode puncak Lebaran.

“Dengan adanya flight cancellation dari berbagai maskapai Timur Tengah, travel agent banyak yang terpaksa harus cancel group-group terutama ke Eropa di peak season lebaran ini,” ujar Pauline, Kamis (2/4/2026).

Dia mengatakan dampak pembatalan penerbangan sudah terlihat dalam skala besar, meski data final masih dikumpulkan.

Sekitar 10 agen perjalanan besar rata-rata membatalkan 50 grup dalam satu musim Lebaran. Dengan estimasi 40 orang per grup, jumlah calon wisatawan yang terdampak mencapai puluhan ribu orang.

“Untuk pembatalan ya, top ten agent besar itu rata-rata per Lebaran kemarin ada 50 group dalam 1 season x 40 pax x 10 travel. Itu baru agent besar yang rutin buat group ke Eropa, belum lagi yang agen-agen kecil dan menengah,” papar Pauline.

Menurut dia, kondisi ini menunjukkan tingginya ketergantungan perjalanan internasional Indonesia terhadap jalur penerbangan yang melewati Timur Tengah.

Di sisi lain, pelaku industri juga menghadapi kenaikan biaya operasional akibat perubahan rute penerbangan dan lonjakan harga energi.

Sejumlah maskapai mulai memberlakukan fuel surcharge untuk tiket yang diterbitkan pada periode tertentu. Biaya tambahan juga diterapkan pada moda transportasi lain, seperti ferry rute Singapura–Batam.

“Beberapa maskapai sudah mulai menaikkan fuel surcharge untuk tiket yang diissue sejak tanggal tertentu, termasuk ferry seperti Singapore-Batam pun sudah mengenakan fuel surcharge,” katanya.

Dia menambahkan, respons konsumen bervariasi. Wisatawan untuk keperluan liburan cenderung membatalkan perjalanan, sementara perjalanan bisnis tetap berjalan dengan opsi penerbangan alternatif yang lebih mahal.

“Jika customer hanya untuk berlibur, mostly mereka memilih untuk membatalkan perjalanan, tapi untuk yang keperluan bisnis seperti menghadiri conference dan lain-lain, terpaksa harus berangkat dengan alternatif penerbangan lain yang lebih mahal,” ucap Pauline, menandaskan. []

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate