hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Penumpang Anjlok 80%, MRT Cari Alternatif Pendapatan

JAKARTA—Penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level-4 berimbas pada anjloknya jumlah penumpang  Mass Rapid Transit (MRT) di DKI Jakarta sebesar 80% pada Juli 2021 dibandingkan bulan sebelumnya.

Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Syahbandar mengakui sejak  pelaksanaan PPKM Level 4 pada 3 Juli jumlah penumpang rata -rata harian menurun.

Pada Juli rata-rata penumpang harian mencapai 4.450 orang per hari, turun 80% dari bulan Juni sebanyak 22.686 orang.

“Adanya kewajiban membawa STRP ini efektif membatasi mobilitas masyarakat,” kata William dalam Forum Jurnalis MRT, Jumat (30/7/21).

Tahun lalu dari target penumpang 100 ribu hanya tercapai 27 ribu penumpang.  Kondisi ini diperkirakan terus anjjlok. William tidak yakin target 65 ribu penumpang dapat tercapai dalam tiap bulan.

Adapun kebijakan yang dilakukan perusahaan seperti penutupan stasiun entrance, perubahan waktu operasi yang lebih pendek dari jam 6.00 WIB – 20.30 WIB untuk upaya optimalisasi PPKM level 4.

Saat ini juga belum ada hitungan kerugian penurunan jumlah penumpang. Tapi dengan penurunan ridership ini menurutnya bisa terkompensasi dari pendapatan non-fare box (di luar tiket penjualan).  Pendapatan ini terdiri dari lima komponen mulai dari periklanan, ritel, telekomunikasi, dan digital ticketing, dan kerja sama penamaan stasiun.

Targetnya dari pendapatan non fare box ini bisa mencapai Rp450 miliar pada tahun ini, meningkat dari capaian tahun lalu Rp382 miliar. Hingga bulan Juli pendapatan dari sektor ini sudah tercatat sebesar Rp258 miliar.

“Tahun lalu yang menyelamatkan MRT itu dari bisnis non-fare box, karena tahun lalu ridership kita sudah menurun juga, tapi pendapatan non – fare box meningkat,” ucap dia.

Sementara dari pendapatan fare box atau penumpang pada tahun ini diperkirakan hanya Rp40 miliar. Menurut William pendapatan ini sangat berkurang jika dibandingkan tahun sebelumnya. Sehingga total pendapatan dari lini operasi diperkirakan pendapatan MRT sampai akhir tahun sekitar Rp490 miliar.

Jika ditambah subsidi public service obligation (PSO) dari pemerintah, sekitar Rp800 -Rp900 miliar, total pendapatan MRT seluruhnya mencapai Rp1,29 triliun hingga Rp1,39 triliun.

Pendapatan tahun ini meningkat jika dibandingkan tahun lalu sekitar Rp 1 triliun, imbas dari proyeksi naiknya peningkatan non fare box.

“Ini baru perhitungan sementara bukan hitungan pasti pendapatan, fare box Rp40 – 50 miliar, non fare box Rp400 – 450 miliar, sementara dari subsidi Rp800 – 900 miliar,” pungkasya.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate