KEDIRI-—Setiap musibah memberikan dampak, tetapi ambil sisi positif, selalu berpikir dan berinovasi Insha allah mendapat berkah dan tentu akan ada jalan keluar. Demikian hikmah yang didapat Hadi Mustaqin, seorang pengusaha asal Kediri menghadapi pandemi Covid-19.
Pria yang karib disapa Andik Murai sudah malang melintang di dunia wirausaha, mulai dari toko kelontong, bengkel motor hingga budi daya burung murai batu. Usaha pria kelahiran Kediri 20 Mei 1978 ini sempat melesat dengan omzet rata-rata Rp300 hingga Rp500 juta per bulan dengan 16 karyawan. Pasalnya Andik adalah ekspor murai batu.
“Sayangnya usaha murai batu saya kena imbas Corona. Omzet turun hampir 100 persen, karena burung murai tidak bisa dijual, sementara saya harus bayar pinjaman modal, gaji karyawan hingga biaya operasional,” ujar Andik ketika dihubungi Peluang, Kamis (12/11/20).
Pria asal Desa Kanigoro, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri ini kemudian beralih ke budi daya maggot (belatung), yang sebetulnya masih terkait dengan usaha murai batunya. Setelah pandemi melanda, Andik melakukan uji coba dan setelah dua bulan uji coba, Mei dia resmi berbisnis maggot basah, kering hingga tepung untuk makan ternak.
Awalnya Andik hanya memproduksi maggot basah untuk pakan burungnya. Kemudian ia mengembangkan menjadi pakan kering berupa pelet dan pur untuk ikan maupun unggas.
“Hasilnya dengan bendera Maggot Royal Sejahtera, saya berhasil menyelamatkan usaha, karyawan tetap digaji dan tidak dirumahkan dan pengembalian modal lancar,” ucap Andik, seraya mengatakan bahwa dia menimba ilmu murai batudan maggot dari negeri jiran (Van).








