hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Penggunaan  BBM Melonjak Saat Arus Balik 

Jakarta — Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan, lonjakan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) selama arus mudik melebihi perkiraan Pertamina. Nicke mengatakan, peningkatan kebutuhan BBM dalam arus mudik 2022 mencapai 41 persen atau lebih tinggi dari proyeksi awal yang sebesar 29 persen.

Nicke mengambil contoh peningkatan kebutuhan Pertalite yang saat kondisi normal sebesar 75 ribu kiloliter (kl) per hari menjadi 120 ribu kl saat masa arus mudik. Nicke menyebutkan, kebutuhan setiap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) berbeda, bergantung lokasinya.

Nicke menyebut hal ini cukup wajar mengingat antusiasme tinggi masyarakat untuk pulang ke kampung halaman saat Lebaran.

“Yang perlu kita pastikan, alhamdulillah bisa berhasil, pasokan suplai dan distribusi, BBM, avtur, liquified petroleum gas (LPG), minyak mentah, semua bisa kita kelola dengan baik sehingga tidak ada sedikit pun kelangkaan atau kekosongan,” kata Nicke, Sabtu (07/05/2022).

Nicke menyampaikan, keberhasilan Pertamina dalam menjaga kelancaran pasokan BBM tak lepas dari persiapan yang telah dilakukan sejak jauh hari.

Nicke mengatakan, perusahaan telah memiliki Pertamina Integrated Command Center yang dapat mengetahui secara real time mengenai kondisi di lapangan, termasuk pergerakan orang dengan SPBU terdekat.

Nicke mengatakan, Pertamina juga menambahkan sejumlah Pertashop, SPBU modular, hingga motor delivery service BBM. Hal ini merupakan langkah antisipasi Pertamina dalam mengurai terjadinya antrean atau kondisi darurat kendaraan yang kehabisan BBM.

“Semua kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi. Selain memang stoknya cukup, juga distribusinya kita jaga sehingga alhamdulillah relatif aman semua,” ujar Nicke.

Saat ini, Nicke melanjutkan, Pertamina bersiap menjaga kelancaran distribusi saat arus balik, baik di jalan tol maupun jalan non tol.

Pertamina telah memetakan sejumlah jalur prioritas dengan menyiagakan stok di 1.370 SPBU yang berada di jalur mudik, jalur menuju destinasi wisata, dan jalur yang rawan bencana.

“Peningkatan (kebutuhan BBM) tertinggi terjadi di Jawa Tengah, sebagian Jawa Timur, Sumatra Selatan, dan Sumatra Utara. Sementara, penurunan tertinggi terjadi di DKI Jakarta,” kata Nicke.

Pertamina memproyeksikan peningkatan kebutuhan BBM saat arus balik mencapai 36 persen. Nicke menyampaikan, lonjakan kebutuhan BBM biasanya terjadi pada tiga hari terakhir saat masa puncak.

“Strategi kita sama seperti arus mudik, motor delivery service BBM dari 230 unit kita tambah menjadi 339 unit. Kalau ketika mudik lonjakannya 41 persen bisa kita kelola, maka proyeksi arus balik sebesar 36 persen insya Allah juga bisa kita jaga,” Tutup Nicke.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate