PALEMBANG—Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) melakukan inspeksi mendadak (sidak) di penggilingan padi produsen beras PT. Buyung Poetra Sembada Tbk di Palembang, Minggu (4/4/21).
Kunjungan Mentan ke salah satu penggilingan padi terbesar dengan kapasitas 600 ton perhari di Sumatera Selatan untuk memastikan agar harga gabah tingkat petani yang mengalami penurunan akibat masa panen raya, kembali stabil. Tidak tanggung-tanggung SYL ikut naik ke atas truk hingga masuk penggilingan.
SYL dan pemilik penggillingan sepakat menaikkan harga gabah petani dari Rp3.900 menjadi Rp 4.200 per kilogram sesuai harga pembelian pemerintah (HPP).
Dalam kesempatan itu, Mentan menargetkan pada 2021 ini beras Sumatera Selatan (Sumsel) harus masuk pasar ekspor. Hal ini mengingat produksi beras Sumsel setiap tahunnya selalu surplus.
Sumsel merupakan penghasil beras ke lima nasional sehingga harus ada akselerasi perluasan pasar untuk menjamin harga gabah/beras petani yang menguntungkan terutama di masa panen raya.
Kondisi produksi beras di seluruh Indonesia saat ini melimpah, salah satunya di Sumatera Selatan ini sebagai sentra produksi beras.
“Kita harus siap ekspor beras tahun ini untuk lebih meningkatkan kesejahteraan petani dan tentu harga walau masa panen raya terjamin,” ujar SYL.
Komisaris PT. Buyung Poetra Sembada Tbk, Sukarta menilai langkah Mentan SYL dalam menjaga harga ini sangat tepat karena membantu petani dan serap gabah oleh penggilingan.
“Kita sepakat menjaga harga gabah dan beras di Sumatera Selatan. Saat panen raya ini kan harga memang jatuh, jadi kita jangan sampai jatuh. Kami sepakat menaikkan harga beli gabah petani minimal sama dengan HPP,” tutur Sukarta.
Pembelian gabah tak hanya mencakup wilayah Sumsel, tapi juga hingga Lampung sehingga beras yang dihasilkan sangat banyak.
Gabah yang masuk 1.000 ton perhari dan kapasitas giling 600 ton perhari. Beras yang kami jual sudah dalam kemasan. Sukarta menerangkan, pihaknya memasarkan beras tidak saja di Sumsel, tetapi juga Jambi dan Riau.
Sebagai catatan, produksi padi Provinsi Sumsel pada 2020 mencapai 2,74 juta ton GKG atau setara 1,57 juta ton beras dan terjadi surplus 622.306 ton beras. Potensi panen Januari-April 2021 Provinsi Sumsel seluas 405.404 hektar dan luas panen bulan April ini mencapai 84.216 hektar.





