Selain menyalurkan pembiayaan, KSP BALO’TA yang usianya lebih tua dari Republik ini melakukan pendampingan dan pemberdayaan petani kopi serta mendukung KDKMP sebagai program strategis nasional. LPDB Koperasi pun menjadikannya salah satu mitra dana bergulir yang kredibel.

Komitmen keberpihakan yang konsisten pada ekonomi kerakyatan, membawa KSP Balo Toraja, biasa disebut BALO’TA pada posisinya sekarang. Dukungan masyarakat terus meluas dengan bertambahnya anggota dan dipercaya menjadi mitra penyaluran dana program pemerintah serta menuai berbagai prestasi.
Dedi Bongga, Ketua KSP BALO’TA mampu mengartikulasikan nilai-nilai luhur yang ditanamkan para pendiri sesuai dengan perkembangan zaman melalui inovasi berkelanjutan.
Hasilnya, usaha semakin berkembang dengan aset mencapai Rp1,9 triliun per Juli 2026, tumbuh 609% dari tahun 2014 lalu. Peningkatan aset tidak lepas dari penyaluran kredit sekitar Rp752 miliaran yang ditujukkan untuk sektor produktif mendukung usaha anggota yang jumlahnya mencapai lebih dari 64 ribu tersebut.
“Kami berkomitmen menjadi koperasi penggerak ekonomi kerakyatan,” tegas Dedi.
Pernyataan tegas orang nomor satu dari koperasi yang didirikan pada 1 Mei 1941 di Makale, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, itu tidak lahir dari ruang hampa sejarah melainkan punya akar historis kuat. KSP yang awalnya bernama Bank Cooperatie Simpan Pinjam bagi Bangsa Bumiputera Toraja atau disingkat Bank Toraja ini didirikan karena gelisah dengan praktik rentenir pada masa kolonial Belanda yang mencekik rakyat kecil dengan bunga pinjaman sangat tinggi, mencapai 20% per pekan.
Melihat situasi tersebut, sembilan orang pemuda Toraja yang tergabung dalam organisasi Perserikatan Toraja Christen (PTC) dengan semangat gotong royong patungan dengan menyetor 25 Florin (saat itu setara dengan nilai dua ekor kerbau remaja) untuk mendirikan Bank Toraja.
Sebagai generasi penerus, Dedi Bongga menjaga komitmen keberpihakan ekonomi kerakyatan dengan berbagai strategi. Salah satunya bersinergi dengan pemerintah dalam program strategis Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Saat ini, BALO’TA dilibatkan oleh Pemda setempat untuk membina 200 pengurus KDKMP.
“Kurang lebih 40 KDKMP yang ada di Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara bisa bersinergi dengan baik untuk mewujudkan program strategis nasional dan menjadikan koperasi sebagai penggerak ekonomi kerakyatan,” ungkap Dedi.
Kiprah KSP BALO’TA dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan diakui oleh pemerintah. Saat melakukan kunjungan kerja akhir Agustus lalu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengakui bahwa KSP BALO’TA ini punya garis ideologi dan nilai-nilai dasar ekonomi kerakyatan sesuai dengan yang dicita-citakan oleh para pendiri Republik.
Kehadiran Menkop ke Tana Toraja itu juga menegaskan dukungan sepenuhnya pada pengembangan usaha KSP BALO’TA. Menurut Menkop, koperasi tidak boleh hanya menjadi tempat orang meminjam uang saja. Koperasi harus menjadi tempat masyarakat membangun kekuatan ekonomi seperti praktik pendampingan dan pemberdayaan petani kopi oleh KSP BALO’TA.
“Koperasi ini tidak hanya mengembangkan usaha simpan pinjam, tetapi juga melakukan pembinaan kepada anggota, termasuk para petani. Kita melihat adanya kegiatan pembinaan petani, pengembangan perkebunan percontohan kopi. Ini harus terus diperkuat,” ungkap Menkop.
Selain itu, pemerintah melalui LPDB Koperasi mengapresiasi kinerja koperasi yang dipimpin Dedi Bongga tersebut. Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto mengatakan, KSP BALO’TA merupakan salah satu koperasi tertua di Tana Toraja sekaligus mitra strategis LPDB Koperasi.
Menurutnya, rekam jejak KSP BALO’TA dalam mengelola pembiayaan LPDB tergolong sangat baik. Hal itu tercermin dari kepatuhan koperasi dalam mengembalikan pembiayaan serta pemanfaatan dana yang dinilai sesuai dengan tujuan program dana bergulir.
“Dengan reputasi KSP BALO’TA selama ini kepada LPDB, baik dari sisi pinjaman yang diberikan maupun pengembaliannya, BALO’TA termasuk yang terbaik karena tidak pernah cacat dari sisi pengembalian maupun pemanfaatannya kepada anggota,” kata Krisdianto saat mengunjungi KSP BALO’TA di Tana Toraja, 28 Agustus 2026.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kinerja dan perkembangan KSP BALO’TA sekaligus menggali berbagai potensi penguatan koperasi ke depan. Dukungan LPDB Koperasi terhadap KSP BALO’TA tidak hanya berdampak pada penguatan koperasi penerima pembiayaan, tetapi juga berpotensi memperluas manfaat pembiayaan kepada anggota dan koperasi lain yang berada dalam ekosistemnya.
Krisdianto menambahkan, kontribusi KSP BALO’TA melalui pembiayaan dan pendampingan semakin memperluas manfaat dana bergulir yang disalurkan LPDB Koperasi. Pemanfaatan pembiayaan tidak lagi hanya menyasar kegiatan usaha reguler KSP BALO’TA, tetapi juga dapat mendukung ekosistem KDKMP.
“Anggota BALO’TA yang notabene nantinya juga sebagai anggota KDKMP akan terbantu dengan pinjaman yang diberikan oleh BALO’TA yang berasal dari dana LPDB untuk membantu kegiatan usahanya,” jelas Krisdianto.
Menurutnya, pola tersebut menciptakan sinergi antara KSP BALO’TA dan KDKMP, terutama dalam memperkuat kegiatan ekonomi anggota sekaligus membangun rantai pasok usaha di tingkat desa.

Peran KSP BALO’TA dalam memperkuat ekonomi kerakyatan yang disertai dengan peningkatan kualitas tata kelola, dan pengembangan inovasi layanan menjadi kunci utama pertumbuhan usaha berkelanjutan. Ini menjadi dasar penilaian dalam dua penghargaan yang diterimanya pada ajang Best Cooperatives Sustainability Performance Awards 2026.
Pada gelaran yang diselenggara-kan Peluang Media Group tersebut, KSP BALO’TA menjadi salah satu koperasi terbaik dalam kategori Tata Kelola dan Lingkungan di klaster Koperasi Besar. Di bidang lingkungan, Dedi Bongga dan tim berinisiatif melaksanakan penanaman tanaman kopi di wilayah Pulu-Pulu Toraja Utara untuk meningkatkan taraf kesejahteraan anggota dan masyarakat. Selain itu, menggunakan Turbin air di wilayah Toraja Utara untuk meningkatkan efisiensi biaya listrik.
Selain itu, telah melakukan uji coba penggunaan tenaga surya pada Kantor Cabang Makassar dan Panakukkang. Ini merupakan bagian dari komitmen menggunakan energi baru dan terbarukan untuk membantu pengurangan emisi karbon yang sejalan dengan agenda global.
Sementara dalam praktik tata kelola, KSP BALO’TA melaksanakan RAT tepat waktu setiap tahun dan peningkatan kompetensi melalui sertifikasi bagi pengawas, pengurus, dan pengelola koperasi.
Dalam konteks sejarah sebagai kontinuitas waktu, kini Dedi Bongga menjadi aktor penting dalam pertumbuhan usaha berkelanjutan. Visinya yang dituangkan dalam kerja-kerja nyata pemberdayaan ekonomi anggota disertai kepedulian sosial dan lingkungan menjadikan KSP BALO’TA tetap relevan dan semakin dipercaya. (Dje)





