hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Pengembangan Usaha “On The Track”, Aset Kopsyah BMI Tembus Rp1 triliun

TANGERANG-–Tekad Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Koperasi BMI)  menargetkan  pencapaian aset pada Tahun Buku 2021 berhasil dilalui.

Dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang digelar,Selasa ( 25/1/22) di Spring Club Summarecon Serpong, Tangerang, Banten, Presiden Direktur Kopsyah BMI Kamaruddin Batubara melaporkan pencapaian aset per Desember 2021 sebesar Rp1,004,119 triliun, naik 43,87 persen dari pencapaian  tahun 2020 sebesar Rp697,941 miliar.

“Secara umum kinerja Kopsyah BMI di tahun 2021 tumbuh signifikan, hampir semua sektor usaha mengalami  kenaikan, kecuali  SHU turun cukup drastis karena adanya relaksasi utang anggota,” ujarnya. 

RAT yang berlangsung hybrid itu dihadiri  Deputi Perkoperasian Kemenkop UKM Ahmad Zabadi, sejumlah mitra usaha,  para kepala dinas koperasi di area kerja Koperasi BMI dan 782 perwakilan anggota yang tersebar di tiga zona lokasi. Pada zona  utama Tengerang dihadiri  428  anggota, Serang 167 anggota dan Pandeglang 187 anggota.

Menurunnya perolehan sisa hasil usaha (SHU) pada 2021, jelas Kamaruddin, karena  dipicu oleh merebaknya pandemi Covid-19 yang berimbas pada daya beli maupun daya bayar anggota. Tidak sedikit anggota yang mengalami kesulitan bayar pinjaman ke koperasi  sehingga  dilakukan relaksasi cicilan utang. 

“Kami merelaksasi cicilan utang sebesar Rp15,2 miliar kepada 5.549 anggota, sehingga berdampak pada perolehan laba koperasi,” tukasnya seraya menjelaskan terjadinya  laba minus 28,60  persen dari Rp3,366, 102 miliar pada 2020 menjadi Rp2,403, 516  di tahun buku 2021.  

Kendati pandemi tengah mencapai puncaknya di tahun lalu, koperasi terbesar di Banten ini tidak mengurangi laju penyaluran pinjaman kepada anggota. Prinsipnya, anggota harus diberdayakan melalui dukungan permodalan.

“Kalau macet kita lihat di mana macetnya, kalau perlu kita tambah lagi modalnya  agar usahanya bisa jalan dan bisa bayar utang. Kalau  macet juga kita putihkan sesuai ajaran Al Quran, surat Al-Baqarah ayat 280,” sambung Kamaruddin seraya menambahkan  tingkat pembiayaan sepanjang 2021 naik 31,38 persen  dengan total dana disalurkan sebesar Rp954, 493 miliar.

Kemampuan Kopsyah BMI memenuhi layanan pembiayaan anggotanya didukung oleh partisipasi anggota lainnya yang cukup tinggi,  hal itu terlihat dari total jumlah simpanan mencapai Rp300, 961 miliar atau naik 15,58  persen dibanding tahun sebelumnya.  

Peradaban Baru

Bahwa bisnis  koperasi tidak melulu mentok pada sektor simpan pinjam ditunjukkan oleh Kamaruddin  dengan memilah unit usaha jasa di Kopsyah BMI menjadi Koperasi Jasa Benteng Mandiri Indonesia dengan Ketua Pengurus Yayat Hidayatullah. Unit usaha lainnya, yaitu  konsumsi sudah lebih dulu dibentuk dengan nama Kopmen Benteng Muamalah Indonesia dipimpin oleh Radius Usman. 

Ketiga unit usaha terpisah yang menjadi primer koperasi itu sepakat membentuk sekunder koperasi yang berfungsi sebagai holding dengan nama Kopsen Banteng Madani Indonesia. Para pengurus dan pengawas tiga koperasi baru itu dilantik oleh Deputi Perkoperasian Kemenkop UKM Ahmad Zabadi saat RAT Kopsyah BMI.

Kehadiran tiga koperasi dalam BMI Group, kata Kamaruddin adalah upaya membangun peradaban baru koperasi Indonesia, yang tidak melulu dipandang kecil dan pinggiran.

“Perdaban baru koperasi Indonesia adalah sebuah usaha besar, bermartabat dan mandiri yang juga mampu menandingi sektor usaha besar non-koperasi. Karenanya kami bangun klaster Koperasi BMI serta sebuah kawasan pusat niaga dan pendidikan, yaitu BMI Center  yang merupakan  sirkuit ekonomi bagi para anggotanya,” pungkas Kamaruddin.

Dalam sambutannya, Ahmad Zabadi  mengapresiasi keberhasilan Koperasi BMI membentuk  group usaha baru berbadan hukum koperasi.  Bisnis koperasi, kata dia,  bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan anggota tetapi harus mengembangkan potensi anggota, dan ini harus dilakukan melalui pemekaran atau spin off.

“Kopsyah BMI saya kira sudah bisa mewakili mimpi kita tentang sebuah koperasi dengan skala ekonomi yang besar, bermartabat dan berkarakter. Bukannya koperasi yang melulu menunggu hibah dan bantuan murah dari pemerintah,” tukas Zabadi seraya menambahkan selain tetap menjaga core business simpan pinjam, BMI Group sudah harus menyasar usaha lainnya pada  pengembangan sektor riil mengingat jumlah anggotanya yang semakin besar, yang per Desember lalu sudah mendekati 300 ribu orang.

Kendati BMI kini sudah bergeser ke peradaban baru, pesan Zabadi, ujud koperasi tetap harus hadir secara utuh, baik bisnis dan sosialnya.  Sebagai koperasi berbasis Syariah, BMI  harus tetap menjaga hadirnya fungsi sosial dengan zakat, infak, sedekah dan wakaf.  (Irm)

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate