hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Peneliti Indef Nilai Pemindahan Ibu Kota Baru Beri Efek Kecil pada Ekonomi Makro

JAKARTA—Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M Rizal Taufikurahman menilai pembangunan ibu kota negara (IKN) baru di Kalimantan Timur tidak akan berkontribusi banyak terhadap pertumbuhan ekonomi makro.

Dikatakannya, pemindahan IKN tidak akan memberikan pemerataan atau menutup gap pertumbuhan ekonomi antar provinsi/daerah.

“Studi yang dilakukan oleh Indef, kontribusi pemindahan ibu kota terhadap perekonomian nasional diperkirakan hanya sebesar 0,02 persen pada jangka pendeknya. Sementara untuk jangka panjang justru hanya berkontribusi 0,00 persen,” ujar  Rizal dalam webinar ‘Pemindahan Ibu Kota, Pemulihan Ekonomi dan Penanganan Pandemi Covid-19: Mana Yang Lebih Baik?’, Jumat (14/4/21).

Bahkan pemindahan pusat pemerintahan ke Kalimantan Timur juga tidak berkontribusi banyak terhadap perekonomian di pulau Kalimantan atau di provinsi Kalimantan Timur.

Dampak jangka pendek dan panjang terhadap pertumbuhan ekonomi pulau Kalimantan sebesar 3,61 persen, dan 2,85 persen pada jangka panjang.

Sedangkan, dampak jangka pendek dari pemindahan IKN terhadap pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur sebesar 6,83 persen, dan 4,58 persen untuk jangka panjang.

Maka itu, dalam kondisi krisis pandemi seperti ini, Rizal mempertanyakan langkah pemerintah dalam rencana pembangunan kawasan pemerintahan yang ditargetkan rampung pada 2024. Terutama, saat Indonesia masih dilanda krisis akibat pandemi Covid-19.

 “Justru masalah yang sekarang ada di hadapan kita  Covid-19,” pungkasnya.


pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate