JAKARTA—Menteri Kordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan sektor perfilman menjadi salah satu sektor yang terimbas pandemi Covid-19. Terhentinya proses produksi hingga penutupan bioskop harus dilakukan untuk memutus penyebaran Covid-19.
Saat ini pemerintah telah melakukan evaluasi kebijakan yang ditujukan untuk menghidupkan kembali industri perfilman nasional. Pembukaan bioskop telah dilakukan seiring dengan perbaikan level PPKM. Ini diterapkan di daerah PPKM Level 3 dan 2.
“Aplikasi Peduli Lindungi juga digunakan sebagai pembatasan penonton yang masuk, serta tidak diperbolehkan menjual makanan minuman di area bioskop,” ucap Airlangga dalam Webinar Sosialisasi Budaya Sensor Mandiri, secara virtual pada Rabu 22 September 2021.
Dalam kesempatan itu, Menteri mengungkapkan pada masa pandemi Covid-19 terdapat peluang baru yakni berupa layanan streaming berbasis platform digital dengan video on demand bagi industri perfilman.
Data statistik menyebutkan pendapatan daru langganan video on demand Indonesia mencapai 411 juta dolar selama 2021 dengan penetrasi pengguna sebesar 16%. Jumlah ini diprediksi akan naik menjadi 20% di tahun 2025.
Menurut Airlangga layanan streaming ini membuat industri perfilman Indonesia dapat menjangkau pasar global. Para sineas Indonesia bisa berkiprah di regional maupun global.
Saat ini, lanjutnya Pemerintah memformulasikan aturan bagi layanan video on demand dengan tujuan untuk melindungi industri dalam negeri agar bisa tumbuh dan terjaga dengan baik tanpa menghilangkan hak masyarakat dalam memperoleh tontonan yang baik.
Hadirnya film berbasis digital membuat pertunjukan film semakin beragam dan membutuhkan proses filtrasi. Perkembangan ini harus diiringi dengan proses filtrasi dan penyensoran yang sesuai dengan norma dan budaya serta aspek religi bangsa Indonesia.
Airlangga mengapresiasi Lembaga Sensor Film Indonesia yang mencanangkan budaya sensor mandiri guna mendorong masyarakat memilih dan memilah dalam menonton yang sesuai dengan klasifikasi usia.
“Kami mengharapkan juga para orang tua terus ikut mengawasi apa yang ditonton oleh anggota keluarganya,” pungkas Menko Airlangga.








