hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
Daerah  

Pemkab Banyuwangi Perjuangkan Geopark Ijen Masuk Daftar Unesco Global Geopark

BANYUWANGI—Geopark Ijen terletak di dua wilayah Kabupaten, yaitu Kabupaten Banyuwangi dan wilayah Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Nama Ijen diambil dari Gunung Ijen yang menjadi dasar pembentukan cerita geologi di keseluruhan kawasan Geopark ini, serta hubungannya dengan unsur biologi maupun budaya yang ada di sekitarnya.

Terdapat 21 situs geologi yang dikembangkan, mulai dari skala lokal hingga skala internasional. Salah satu dari banyak situs geologi yang mempunyai fenomena luar biasa adalah Kawah Ijen, danau kawah paling asam di bumi dengan api biru yang muncul di daerah Solfatara.

Geopark Ijen telah diusulkan menjadi UNESCO Global Geopark (UGG) alias jaringan geoparak dunia terus dilakukan. Dalam rangka persiapan assessment aspiring (penilaian calon) UGG, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas menggelar Virtual Advisory Mission (VAM) yang disupervisi langsung oleh Sekretaris Jenderal UNESCO Global Geopark Network, Guy Martini.     

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan beberapa hari lalu pihaknya mengikuti VAM yang digelar dua hari. Para kepala daerah terkait serta Badan Pengelola Geopark Ijen semua melakukan presentasi dan tanya jawab progres Geopark Ijen.

VAM dilakukan selama dua hari, 28 – 29 Oktober 2021. Dalam kesempatan itu, dipaparkan secara virtual situs-situs Geopark Ijen, meliputi geosite, biosite, dan culturalsite.

“VAM dilakukan untuk merekam berbagai hal yang masih perlu disempurnakan, sebelum menuju tahap penilaian akhir yang bakal dilaksanakan November 2021,” Ipuk, Selasa (2/11/21).

Bupati mengatakan, Geopark tidak hanya hanya bicara alam semata, tetapi seluruh aspek hayati dan kebudayaan di dalamnya.

“Dengan berupaya menjadi bagian Geopark dunia, sebenarnya Banyuwangi tengah menyiapkan rumah masa depan yang mampu memberi dampak positif bagi warga,” imbuh Ipuk.

Khusus di Banyuwangi, papar Ipuk, banyak hal yang telah dilakukan untuk pengembangan Geopark Ijen. Seperti mengedukasi pentingnya geopark pada masyarakat, pembangunan infrastruktur pendukung, serta menggelar berbagai event untuk mempromosikan Geopark Ijen.

Selain presentasi, VAM juga diisi tur situs geologi, biologi, dan budaya yang berada di Geopark Ijen.

Geopark Ijen sendiri melingkupi kawasan Gunung Ijen, Pantai Pulau Merah, TN Alas Purwo. Di Banyuwangi, VAM dilaksanakan di SMPN 3 Banyuwangi sebagai salah satu unsur penilaian untuk memenuhi pilar edukasi geopark kepada pelajar dan masyarakat.

“Di SMPN 3 ini telah dilengkapi geopark corner dan taman agro yang terdiri atas tanaman endemik dan tanaman obat-obatan. Para siswa juga didorong untuk menciptakan produk olahan inovatif dari bahan-bahan alam yang ada di Geopark Ijen,” kata Kepala Bappeda Banyuwangi, Suyanto Waspo Tondo Wicaksono.

Sementara itu, Guy Martini sangat mengapresiasi semangat tinggi dari pihak pengelola Geopark Ijen. Dia mengaku melihat progres pengembangan Geopark Ijen sangat signifikan.

“Saya pernah ke Banyuwangi, dan saya menangkap adanya energi yang besar untuk mengelola Geopark Ijen agar bisa bermanfaat bagi masyarakat. Dibanding saya datang 2018 lalu, perkembangannya kini sangat pesat,” kata Martini.

Salah satu hal di Banyuwangi yang mendapat respons positif darinya adalah eksistensi budaya suku Osing yang ada di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah.

Dia melihat adanya internalisasi tradisi dan budaya di warganya sangat terasa, yang bisa dilihat dari penggunaan bahasa Osing sebagai bahasa percakapan sehari-hari.

“Termasuk berbagai tradisi masyarakat setempat jangan sampai punah. Ini sangat penting untuk menunjang keberadaan Geopark Ijen. Saya punya feeling posistif bahwa Geopark Ijen sangat potensial,” kata Martin

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate