
PeluangNews, Jember – Nasib Pasar Tanjung, pasar rakyat terbesar dan paling strategis di Kabupaten Jember, akhirnya menemui titik terang. Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, turun langsung meninjau kondisi pasar legendaris yang berdiri sejak 1973 itu pada Minggu (22/2/2026).
Hasilnya? Pemerintah pusat memberi sinyal kuat, Pasar Tanjung tak cukup hanya direvitalisasi, tetapi perlu dibangun ulang secara menyeluruh.
“Dari hasil peninjauan, pasar ini sepertinya sudah tidak bisa sekadar direvitalisasi. Harus dibangun baru,” tegas Menteri Dody di sela kunjungannya.
Pasar yang menjadi kebanggaan warga Jember ini memang menghadapi sejumlah persoalan klasik. Mulai dari pengelolaan sampah yang belum optimal, sistem drainase yang kurang baik, sirkulasi udara yang minim, hingga penataan ruang yang dinilai tidak lagi sesuai dengan kebutuhan pasar modern.
Dengan luas mencapai sekitar 25.105 meter persegi, Pasar Tanjung menjadi satu-satunya pasar tradisional kelas utama di Jember yang melayani kebutuhan masyarakat kota hingga pedesaan. Lokasinya pun sangat strategis, berada di jantung kota dan dikelilingi Jalan Trunojoyo, Jalan Untung Suropati, Jalan Dr. Wahidin, serta Jalan Samanhudi.
Tak ingin membangun asal jadi, Kementerian PU bersama Pemerintah Kabupaten Jember kini menyiapkan Detail Engineering Design (DED) secara kolaboratif. Menteri Dody menegaskan, wajah baru Pasar Tanjung harus mencerminkan identitas lokal, bukan sekadar bangunan fungsional tanpa karakter.
“Kita siapkan DED bersama Pak Bupati dan tim supaya pasar yang kita bangun nanti fasadnya adalah fasad Pemerintah Kabupaten Jember, bukan fasad orang Jakarta. Kearifan lokal harus nampak di arsitektur Pasar Tradisional Tanjung,” ujarnya.
Pernyataan itu sekaligus menjadi penegasan bahwa pembangunan pasar rakyat tidak hanya soal fisik, tetapi juga tentang menjaga identitas budaya daerah.
Pembangunan pasar baru ditargetkan dapat dimulai tahun ini, dengan catatan DED rampung sesuai jadwal. Pemerintah berharap proses perencanaan bisa selesai secepatnya agar tahapan konstruksi segera berjalan.
“Sepanjang tahun ini kita mulai. Mudah-mudahan DED bisa selesai tahun ini sehingga proses pembangunan dapat segera berjalan,” kata Menteri Dody.
Di sisi lain, perhatian juga diberikan pada nasib para pedagang. Menteri Dody meminta Pemerintah Kabupaten Jember segera melakukan sosialisasi dan menyiapkan lokasi relokasi sementara agar aktivitas ekonomi tetap berjalan selama pembangunan berlangsung.
“Mereka tidak boleh terhenti kehidupan ekonominya,” tegasnya.
Jika terealisasi, pembangunan ulang Pasar Tanjung diharapkan menghadirkan pasar rakyat yang lebih representatif, sehat, aman, dan nyaman. Tak hanya menjadi pusat transaksi, pasar ini juga diproyeksikan sebagai penggerak ekonomi lokal sekaligus ikon arsitektur berbasis kearifan lokal di Jember.
Warga kini menanti, akankah wajah baru Pasar Tanjung benar-benar menjadi simbol kebangkitan ekonomi rakyat Jember? Tahun ini menjadi penentunya.








