TANGERANG—Staf lapangan Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) harus terampil dalam menjalankan kegiatan rembug pusat (RP) sesuai sistematika pelaksanaanya. Untuk itu diperlukan pelaksanaan RP yang tertib akan menjamin kelancaran aktivitasnya.
Pasalnya, staf lapang tidak hanya melayani aktivitas pelayanan koperasi, melainkan memiliki kepekaan sosial yang tinggi terhadap kondisi anggota.
Demikian dikatakan Presiden Direktur Kopsyah BMI Kamaruddin Batubara dalam Zoom Meeting rutin bersama seluruh karwayan Koperasi BMI , Jumat (5/11/21).
Lanjut pria yang karib disapa Kambara itu,staf lapangan harus bisa melakukan promosi sesuai dengan kondisi anggota. BMI memiliki 9 produk simpanan dan 9 produk pembiayaan yang menyentuh kehidupan dasar anggota.
“Jangan melakukan promosi jika materi yang dipromosikan tidak dibutuhkan anggota,” pesan Kambara.
Dia meminta staf lapanganmenjaga kedisiplinan anggota demi kelancaran aktivitas rembug pusat. Disiplin kehadiran, pembayaran, simpanan sukarela dan tempat duduknya sesuai SOP.
”Dengan begitu, baik staf lapang dan anggota akan terjalin hubungan yang baik, dari kondisi tersebut, kita belajar memahami kondisi anggota,” paparnya.
Selain itu, staf lapangan harus mampu melakukan motivasi. Staf lapang harus senantiasa memberikan motivasi di sela atau setiap akhir kegiatan RP.
Motivasi tidak harus kata-kata penambah semangat, dengan mendoakan semua anggota yang sudah mempercayakan tabungannya ke BMI juga membuat anggota semakin optimistis menjalankan usahanya.
Pesan Kambara, terkait dengan kegiatan pada Rabu dan Kamis 3-4 November 2021, di mana sebanyak 31 calon karyawan Kopsyah BMI mengikuti pembekalan teknik simulasi rembug pusat di Aula Yasril Muttaqien, Kantor Pusat Koperasi BMI, Kawasan Paramount Land, Gading Serpong, Tangerang.
Manajer SDM Kopsyah BMI Akhmad Jauhari menjelaskan, Staf Lapang (SL) menjadi garis depan pelayanan Koperasi BMI kepada anggota.
Untuk itu, BMI mengutamakan aspek akuntabilitas dan profesionalisme untuk memastikan setiap calon karyawan memahami rembug pusat sebagai aktivitas pelayanan BMI kepada anggota.
”Dalam materi pembekalan rembug pusat , calon karyawan BMI belajar memahami standarisasi dan aktivitas rembug pusat serta mengukur terjaganya harmonisasi rembug pusat yang berimplikasi pada kinerja dan performa Kopsyah BMI,” jelas Jauhari.
Secara teknis, sambung Jauhari, setelah agenda pembekalan selesai, calon karyawan akan dikirimkan ke cabang kembali. Di sana, mereka diajak mengikuti staf lapang senior dan berpraktek di rembug pusat selama empat hari.
Tidak hanya aktivitas rembug, namun juga sikap staf lapang di lapangan. Di rembug pusat, calon karyawan juga dinilai bagaimana cara berkomunikasi dan etika yang baik saat bersama anggota.
”Setelah empat hari ikut bersama staf lapang di rembug pusat, mereka akan dites kembali di Kantor Pusat dan hasil kelulusannya akan disampaikan pada hari Jumat 12 November 2021 mendatang ,” ujar pria Kelahiran Ogan Ilir, Sumatera Selatan, 41 tahun silam itu.
Sementara Direktur SDM Koperasi BMI Agus Suherman mengatakan, perekrutan sumber daya manusia yang terbaik tentu memberikan dampak yang signifikan agar Kopsyah BMI mendapatkan talent-talent terbaik dan bisa berkontribusi secara maksimal untuk mewujudkan ekonomi syariah di tengah masyarakat.
Mereka yang ikut menjalani tes, sebagian besar adalah anak-anak anggota. Meski demikian, BMI mengedepankan prinsip The Right Man on The Right Place untuk mendapat SDM yang berkualitas sesuai dengan budaya kerja Kopsyah BMI (Shiddiq, Amanah, Tabligh dan Fathonah). Siapapun yang lulus atau terpilih, merekalah yang memiliki kapabilitas sebagai staf lapang,” jelas pria yang menjalani aktivitas di rembug pusat sejak 2004 hingga 2013 itu.





