hayed consulting
hayed consulting
octa vaganza
Wisata  

Pekenalkan: MaiA, Kecerdasan Buatan untuk Wisata di Indonesia

PeluangNews, Jakarta – Kementerian Pariwisata baru saja memperkenalkan MaiA. Singkatan dari Meticulous Artificial Intelligence of Indonesia Ini adalah teknologi kecerdasan buatan yang disiapkan sebagai bagian dari implementasi program prioritas Tourism 5.0

MaiA merupakan platform kecerdasan buatan yang dirancang untuk meningkatkan kualitas pelayanan pariwisata nasional melalui teknologi yang adaptif, cerdas, dan berorientasi pada kebutuhan wisatawan. Platform ini dapat diakses melalui indonesia.travel dan menjadi wajah baru transformasi digital pariwisata Indonesia.

“Peluncuran MaiA adalah wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan ekosistem pariwisata yang cerdas, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.

Dengan peluncuran MaiA, Indonesia kini menjadi satu dari enam Organisasi Pariwisata Nasional (National Tourism Organization) di dunia yang mengimplementasikan teknologi AI, selain Swiss, Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan Thailand.

Widiyanti mengatakan MaiA bukanlah sekadar inovasi teknologi, tetapi merupakan representasi dari semangat baru layanan pariwisata Indonesia. MaiA dikembangkan untuk dapat menjadi pemadu wisata digital untuk membantu wisatawan menemukan inspirasi perjalanan, menyusun rute secara instan, hingga mendampingi wisatawan menjelajahi Indonesia dengan lebih percaya diri dan nyaman.

“Ini adalah langkah kami untuk menghadirkan pariwisata yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga cerdas dan inklusif bagi semua,” ujarnya.

Kehadiran MaiA diharapkan dapat memperkuat koneksi antara wisatawan dengan budaya, pengalaman, dan cerita Indonesia. Ini merupakan bagian dari strategi untuk membangun simbol transformasi digital pariwisata Indonesia,

Teknologi ini berfungsi sebagai kurator cerdas sekaligus digital travel companion melalui berbagai fitur unggulan, seperti rekomendasi destinasi yang dipersonalisasi, penyusunan itinerary otomatis, peta interaktif, serta rangkuman informasi destinasi dalam berbagai bahasa.

Pengembangan aplikasi kecerdasan buatan ini merupakan respons terhadap perubahan perilaku wisatawan global yang semakin menginginkan pengalaman perjalanan yang personal, efisien, dan mudah diakses.

Kehadirannya diharapkan mampu memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global sekaligus mendukung upaya pemerintah menghadirkan pariwisata yang berkelanjutan dan ramah pengguna.

Layanan digital ini dapat diakses melalui situs resmi indonesia.travel. Pemanfaatan teknologi AI ini merupakan hasil rekomendasi dari UN Tourism terkait pemanfaatan kecerdasan buatan untuk mendorong Indonesia mempercepat adopsi teknologi.  Inovasi ini diharapkan dapat mempermudah pencarian lokasi hidden gem dan mencapai target kunjungan 17,60 juta wisatawan mancanegara pada 2026.

 

pasang iklan di sini