MERAUKE—Pemerintah Kabupaten Merauke memfasilitasi 140 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk menggelar produk kesenian masyarakat lokal di tengah penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua. Pameran tersebut berlangsung pada 5 hingga 20 Oktober 2021.
Produk UMKM yang ditampilkan berupa kerajinan masyarakat asli Papua seperti noken atau tas kulit kayu, tifa, minyak kayu putih atau rumbai khas warga setempat. Para pelaku UMKM juga menjual aneka tanaman hingga tanaman dari limbah botol mineral plastik.
Pada penyelenggaraan pameran kesenian yang digelar di depan kantor Bupati, Sub Satuan Tugas Protokol Kesehatan (Satgas Prokes) turut mendukung penerapan disiplin prokes.
Relawan prokes dikerahkan oleh Sub Satgas Prokes untuk membagikan masker kepada para pelaku usaha maupun pengunjung pameran. Wakil Sub Satgas Prokes Merauke Lilis Adi Sulistiyanto mengatakan pihaknya menyiagakan gerai masker di lokasi.
“Sore hari ramai sekali, jadi relawan diturunkan ke lokasi untuk memberikan imbauan kepada pengunjung,” ujar Lilis di Dinas Satpol PP dan Damkar Merauke, Rabu (6/10).
Ketika pengunjung ramai, relawan mengimbau masyarakat untuk menghindari terjadinya kerumuman.
“Kami berharap pelaku UMKM dapat juga dapat menerapkan prokes saar pengunjung berada di tenda mereka,” ujarnya.
Pelaku UMKM mendapatkan fasilitas tenda secara gratis dari Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Perindagkop dan UKM) Kabupaten Merauke. Pameran UMKM ini baru dibuka pada 5 Oktober 2021 dan beroperasi dari jam 9 pagi hingga 9 malam.
Menurut Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Eric Rumlus, pameran kerajinan UMKM ini merupakan salah satu upaya pemerintah setempat dalam mengenalkan produk unggulan yang dimiliki masyarakat Merauke dan dapat memberikan manfaat ekonomi mereka.
Eric berharap dengan memfasilitasi mereka dengan ruang pameran, para pelaku UMKM dapat lebih percaya diri dan dapat menghasilkan produk berdaya saing. Mereka yang menjual produk kerajinan itu merupakan UMKM yang terseleksi dari ribuan UMKM di Merauke untuk menyemarakkan PON XX Papua.
Mereka merupakan binaan Perindagkop dan UKM dan Dinas Parekraf yang berasal dari wilayah Wasur, Sota, Yangadur maupun Kota Merauke.





