hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Palem Craft, Kerajinan “Home Decor”, Pasar 90 Persen Ekspor

YOGYAKARTA—Pada April 2003, Deddy Effendy Anakottapary bersama istrinya Firda Nurul Aini memutuskan untuk mendirikan bisnis keluarga bernama Palem Craft bergerak di bidang kerajinan “home decor” dengan karakter dari bahan asli yang ada di Indonesia.

Usaha ini bertujuan untuk memperkuat bisnis toko milik keluarga besar, sehingga memberikan nilai tambah bagi pengunjung yang datang ke Yogyakarta untuk tidak hanya mengidentikan Yogyakarta dengan batik, tetapi juga memberikan citra kota yang kreatif.

Dinamakan Palem Craft berangkat dari filosofi tanaman tersebut yang memberikan banyak manfaat dari akar hingga ujung daun.

Selain itu akar pohon palem itu kokoh, sehingga meskipun sudah berdiri bertahun-tahun, namun tetap kokoh dan kuat. Batangnya bisa dimanfaatkan untuk membuat fondasi rumah.

“Daunnya untuk membuat rumah, lidinya dipakai untuk membersihkan rumah, buahnya berfungsi dan merupakan bahan natural asli Indonesia yang dapat digunakan dalam membuat kerajinan tangan,” ungkap Deddy kepada Peluang, melalui surat elektronik, Selasa (7/9/21).

Deddy memproduksi lampu dan cermin, semuanya dari bahan asli Indonesia , mulai dari serat pisang, rumput rayung , rotan, serat pandan, serat agel, bambu, kerang dan sebagainya.

Menurut pria kelahiran Pangkalan Brandan, 8 Desember 1972 modal untuk mendirikan usaha tersebut  Rp30 juta. Pada 2003 itu,  Palem Craftmengikuti pameran Tread Expo Indonesia (dulu PPE Pameran Produk Ekspor) mendapatkan pembeli (buyer) pertama dari Arab Saudi.

“Sebesar 90%  produk kami diekspor dengan tujuan Prancis, Belgia, Spanyol, Korsel, Polandia, Amerika Serikat, Chili, Dubai  bahkan Israel,” ujar Sarjana Teknik Mesin , Institut Sains dan Teknologi Akprind, Yogyakarta ini.

Palem Craft menjual produknya dengan harga jual cermin Rp500  ribu-Rp750 ribu, lampu Rp450 ribu – Rp1,5 juta (untuk jumlah besar dan ekspor harga khusus.

Deddy mengungkapkan, setiap bulan Palem Craft mempu mengekspor lima ribu pieces atau tiga kontainer. Bisnis ini tidak terlalu terdampak pandemi, bahkan ada kenaikan omzet hingga 60 persen. Sekalipun pernah mengalami pesanan dipending.

“Kami melibatkan para ibu rumah tangga yang dilatih sehingga mampu membuat kelompok, serta  membina desa-desa sebagai mitra, sehingga dapat memenuhi kapasitas produksi. Pekerja saat ini sekitar 50 orang,” jelasnya.

Ke depan Deddy merencanakan, produk kerajinan Palem Craft menjadi karya anak bangsa yang dikenal dunia. Untuk itu pihaknya akan menambah kapasitas produksi, menambah tenaga terampil.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate