Pemupukan modal di koperasi sejatinya harus berjalan dengan pendidikan anggotanya agar tidak menjadi objek perekonomian. Lantaran itu, pengembangan SDM menjadi keniscayaan yang secara kontinyu dilakukan oleh Koperasi Kredit Mekar Sai.
Ketua Kopdit Mekar Sai, Andreas Muhi Pukai, mengemukakan hal itu saat menerima kunjungan Majalah Peluang, di kantornya, Bandar Lampung, Rabu (18/1/2023). Koperasi berusia 31 tahun ini merupakan Kopdit terbesar di Provinsi Lampung dengan anggota sekitar 20 ribu dan aset mencapai Rp700 miliar.
Di rentang perjalanan tiga dawa warsa itu, kata Andreas, Mekar Sai konsisten dengan jati dirinya sebagai koperasi yang didirikan melalui pendidikan, dikembangkan dengan pendidikan dan diawasi dengan pendidikan. Arti penting pendidikan anggota, berimplikasi pada kemajuan koperasi itu sendiri, karena di dalam pendidikan atau pengembangan SDM itu terdapat pembentukan personal yang kualitasnya baik sehingga koperasinya praktis akan berjalan baik pula.
“Ketika anggota-anggota kami diberikan kecerdasan melalui pendidikan, maka kami yakin koperasi ini akan berjalan sendiri. Jadi kami tidak perlu mencari uang banyak untuk datang kesini, ini sudah autopilot,” tutur Andreas yang berprofesi guru SLTA. Dia mengakui, di era serba digital ini tidak mudah memberikan pendidikan berkoperasi kepada anggota. Bila merujuk pada pengalamannya, menurut dia, ketika mulai membicarakan banyak teori, mereka itu menganggap tidak terlalu penting, dan langsung mengantuk.
“Bahkan langsung bilang bicara apa sih, pertanyaan itu yang ditujukan ke kami. Jadi mereka langsung menuju, kami boleh pinjam (uang Koperasi) apa tidak. Ketika dijelaskan panjang lebar, ternyata mereka jadi paham kalau di Koperasi tidak bisa langsung pinjam,” ucap Andreas. (Irm)








