hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
Ragam  

One Life + Jawab Tren Kesehatan Holistik, dr. Hafiza: Masyarakat Mulai Lebih Peduli Preventif

Pendiri One Life + Integrated Health Center, dr. Hafiza Fikri, SpDVE, FINSD, PGC-LIM. Foto: Ratih/PeluangNews
Pendiri One Life + Integrated Health Center, dr. Hafiza Fikri, SpDVE, FINSD, PGC-LIM. Foto: Ratih/PeluangNews

PeluangNews, Jakarta — Tren layanan kesehatan terintegrasi kian berkembang di Indonesia. Masyarakat kini tidak lagi hanya mencari pengobatan ketika sakit, tetapi mulai beralih pada pendekatan kesehatan yang lebih menyeluruh, mulai dari pencegahan, deteksi dini, hingga peningkatan kualitas hidup.

Menjawab kebutuhan tersebut, One Life + Integrated Health Center hadir sebagai pusat layanan kesehatan holistik yang menggabungkan berbagai disiplin dalam satu wadah.

Pendiri One Life + Integrated Health Center, dr. Hafiza Fikri, SpDVE, FINSD, PGC-LIM, menjelaskan bahwa transformasi ini berawal dari klinik kulit D’Ermis yang telah berdiri sejak 2017 dan kini berkembang menjadi layanan kesehatan terintegrasi.

“Jika dihitung sejak 2017, sebenarnya kami sudah memasuki tahun ke-9. Sebelumnya masyarakat lebih mengenal kami sebagai D’Ermis, karena memang kami berkembang dari layanan skin specialist. Namun seiring waktu, kami melihat kebutuhan masyarakat ternyata jauh lebih luas,” ujar dr. Hafiza, saat berbincang dengan PeluangNews, di acara Halal Bihalal Gracefully Radiant, di Kemang, Jakarta Selatan, Senin (14/4/2026).

Foto: Ratih/PeluangNews
Foto: Ratih/PeluangNews

Menurutnya, masalah kesehatan tidak bisa lagi dilihat secara terpisah. Kondisi kulit, misalnya, dapat berkaitan erat dengan faktor hormonal, metabolisme tubuh, gaya hidup, hingga kesehatan mental.

“Ternyata masalah kesehatan itu saling berkaitan. Tidak hanya dermatologi atau kulit saja, tapi juga gizi, hormon, metabolisme, bahkan mental health. Karena itu kami ingin menghadirkan satu wadah layanan kesehatan yang terintegrasi,” katanya.

Saat ini, One Life + Integrated Health Center memiliki empat divisi utama, yakni Dermatology and Aesthetic by D’Ermis, One Life Clinical Nutrition, One Life Wellness Clinic, dan One Life Hair Clinic.

Halal bihalal One Life +. Foto: Ratih/PeluangNews
Halal bihalal One Life +. Foto: Ratih/PeluangNews

Layanan tersebut mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari perawatan kulit, gizi klinis, kesehatan mental, sleep clinic, sexual health clinic, hingga layanan rambut dan pengembangan hair transplant.

dr. Hafiza menilai tren layanan kesehatan terintegrasi akan terus berkembang ke depan, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan yang lebih komprehensif.

“Masalah kulit, misalnya, tidak hanya superficial. Bisa berkaitan dengan stres, penyakit internal, hormonal, bahkan gaya hidup. Itu menunjukkan bahwa pendekatan kesehatan terintegrasi memang semakin dibutuhkan,” jelasnya.

Selain itu, perkembangan media sosial juga turut mendorong meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan. Namun, dr. Hafiza mengingatkan pentingnya memilah informasi kesehatan yang beredar.

“Sekarang masyarakat lebih mudah mendapatkan informasi kesehatan, tapi tidak semuanya berkualitas. Karena itu, masyarakat harus lebih selektif dan memahami mana informasi yang berbasis medis dan mana yang hanya tren,” paparnya.

Untuk menghadapi persaingan industri kesehatan yang semakin ketat, One Life + mengusung strategi berbasis evidence-based medicine dan ditangani langsung oleh dokter spesialis di bidangnya. Selain itu, penggunaan teknologi dan alat medis yang telah diakui secara global juga menjadi fokus pengembangan.

“Kami tetap kembali ke dasar medis, yaitu evidence-based medicine. Semua layanan ditangani dokter spesialis, dan kami menggunakan alat yang sudah diakui secara global dari sisi keamanan dan efektivitas,” jelas dr. Hafiza.

Ia juga menyoroti fenomena masyarakat Indonesia yang masih cenderung mencari perawatan ke luar negeri, padahal kualitas dokter di dalam negeri tidak kalah.

“Banyak yang belum tahu, dokter-dokter Indonesia juga menjadi trainer di tingkat internasional. Bahkan ada dokter kita yang melatih dokter luar negeri. Jadi sebenarnya layanan berkualitas itu juga tersedia di Indonesia,” ungkapnya.

Sejauh ini, layanan dermatologi dan estetika masih menjadi pintu masuk utama pasien. Namun, layanan gizi klinis, wellness, dan kesehatan preventif mulai menunjukkan peningkatan minat.

Menurut dr. Hafiza, perubahan pola pikir masyarakat dari kuratif menuju preventif menjadi indikator penting kemajuan kesadaran kesehatan.

“Ke depan, masyarakat harus mulai fokus pada preventif dan early detection. Bukan hanya berobat saat sakit, tetapi juga memahami kebutuhan tubuh dan menjaga kesehatan sejak dini,” lanjutnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh tren perawatan yang viral di media sosial.

“Yang viral belum tentu sesuai kebutuhan atau aman untuk semua orang. Banyak juga faktor digital seperti filter atau editing. Jadi masyarakat perlu memahami mana treatment yang benar-benar sesuai dan berbasis medis,” tegasnya.

Ke depan, dr. Hafiza berharap layanan kesehatan terintegrasi semakin berkembang dan mampu mendorong masyarakat Indonesia lebih peduli terhadap kesehatan secara menyeluruh.

“Harapan kami, masyarakat semakin aware terhadap kesehatan, bukan hanya dari sisi estetika, tetapi juga kesehatan secara keseluruhan dan kualitas hidup jangka panjang,” pungkasnya.

pasang iklan di sini
octa vaganza