
PeluangNews, Jakarta – Umat Islam di seluruh dunia khususnya di Indonesia tengah melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan.
Selama berpuasa tubuh terasa lemas karena lapar dan dahaga. Banyak yang bertanya agar tubuh tetap bugar bolehkah jika berolahraga di saat berpuasa?
Menurut Dokter Agil Wahyu Wicaksono, M. Biomed, pakar kesehatan yang juga dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, aktivitas fisik seperti lari tetap memungkinkan selama dilakukan dalam skala ringan.
Olahraga tidak akan memberikan dampak negatif yang signifikan bagi kesehatan. Secara medis, aktivitas lari saat berpuasa tidak dilarang.
Penelitian menunjukkan individu sehat tetap dapat melakukan olahraga ringan hingga sedang selama Ramadan tanpa risiko kesehatan yang signifikan.
Meski begitu, dilansir dari laman IPB, dr. Agil menekankan tiga aspek penting yang perlu diperhatikan: kondisi fisik, intensitas olahraga, dan waktu pelaksanaannya.
Dia mengingatkan bahwa tujuan olahraga saat berpuasa sebaiknya hanya untuk menjaga kebugaran, bukan mengejar performa maksimal.
“Lari saat menjalankan ibadah puasa Ramadan sebenarnya masih tergolong aman, terutama untuk orang yang berada dalam kondisi sehat dan dilakukan dengan cara yang tepat,” kata dia.
Dokter Agil menyarankan agar memilih olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang. Indikator sederhananya yaitu aktivitas yang memungkinkan untuk tetap berbicara dalam kalimat panjang selama melakukannya.
Jika muncul rasa lemas, mual, pusing, gemetar, atau sangat haus, segera hentikan olahraga karena itu bisa menjadi tanda dehidrasi dan penurunan gula darah.
Jadi, kapan waktu terbaik untuk berolahraga selama Ramadan? Dokter Agil merekomendasikan beberapa opsi;
Lari ringan selama 15-30 menit bisa menjadi pilihan menjelang berbuka puasa.
Setelah berbuka, asupan makanan dan cairan sudah terpenuhi. Olahraga ringan selama 30-45 menit ideal dilakukan.
Setelah sahur, opsi ini memungkinkan namun risiko dehidrasi lebih tinggi.
Dehidrasi menjadi perhatian utama saat berolahraga selama berpuasa. Dokter Agil menyarankan pola minum 4-2-2, yaitu empat gelas saat berbuka, dua gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur.
Untuk apa minum terlalu banyak air sekaligus saat sahur, justru dapat mempercepat pembuangan cairan melalui urine, berdasarkan penelitian dari Inggris.
Dokter Agil menekankan pentingnya istirahat yang cukup agar olahraga selama puasa memberikan manfaat optimal. Semoga bermanfaat. []








