DEPOK-–Budi daya lele seharusnya tidak adakata mati. Pasalnya walauun pemainnya banyak, tetapi pasarnya juga besar, setidaknya warung makan kaki hingga restoran yang berjumlah ribuan di Jabodetabek menjadi captive market yang begitu besar.
Hal ini meyakinkan Ahmad Odang untuk keluar dari zona nyaman sebagai karyawan untuk terjun ke dunia wirausaha sebagai peternak lele pada Agustus 2018 dengan modal sekira Rp5 juta. Lahan peternakan berlokasi di Ciseeng Depok, dengan luas area 700 m2 secara rutin melakukan sortir dan panen.
“Hanya lele yang sehat ,berkualitas dan memiliki ukuran tertentu yang kami pilah dan panen. Kami punya lele yang dibudidayakan di empang hingga kolam bundar yang disebut bioflok,” ujar Odang kepada Peluang, Senin (28/9/20).
Sebelum pandemi sekali panen Odang mengaku meraup omzetb mencapai Rp17 juta. Dalam setahun seorang peternak lele sepahit-pahitnya panen empat kali. Namun Odang bisa membuat panen dua bulan sekali, karena menjaga kualitas pakan.
Faktor pakan ini membuat omzet turun waktu pandemi, karena jatuhnya mahal. Omzet anjlok hingga 50 persen. Untuk mensiasati sebagai pemasukan Odang membuka kelas pelatihan bagi peternak lele pemula.
Harga pakan lele kini mencapai Rp15 ribu, Odang berusaha membuat pakan sendiri dengan komposisi gizi seimbang dan ke depan diupayakan agar harganya mencapai Rp9.000. Dia berhrap pemerintah membantu ikut menurunkan harga pakan lele.
“Saya juga mencita-citakan mendirikan koperasi untuk peternak lele. Koperasi yang bisa membuat peternak membuat harga pakan ekonomis dan juga menyambungkan pasar peternak ke UKM,” tutup Odang.
Sebagai catatan Odading lele tidak saja menjual lele per kilogram, tetapi juga bibit lele, hingga perlengkapan budi daya lele (Van).








