JAKARTA–Badan Pusat Statistik mengungkapkan Nilai Tukar Petani (NTP) pada Desember 2021 kembali meningkat menjadi 108,34 dari November 2021 yaitu 107,18. Dengan demikian sejak Juli 2020 NTP selalu meningkat dari angka 100,65. Capaian ini tertinggi sejak dua tahun.
Pada Desember 2021, NTP pada semua subsektor pertanian, mulai dari Perikanan, Peternakan, Hortikultura, Perkebunan Rakyat, serta Tanaman Pangan meningkat. Namun angka tertinggi masih dipegang Perkebunan Rakyat dengan angka 131,46.
Kepala BPS Margo Yuwono menilai, indeks harga yang diterima petani mengalami peningkatan karena adanya peningkatan harga di beberapa komoditas, di antaranya cabai rawit, kelapa sawit, dan jagung.
“Kenaikan yang sama juga terjadi pada Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP), dimana angkanya mencapai 108,52 atau naik sebesar 1,40 persen,” ujar Margo, Senin (3/1/21).
Sebagai catatan, kebaikan ini juga terjadi setelah subsektor hortikultura memberi andil cukup besar, yaitu 103,37 atau naik 6,96 persen, kemudian tanaman perkebunan rakyat sebesar 131,07 atau naik 0,79 persen, lalu tanaman pangan 100,23 atau naik 0,85 persen dan peternakan 99,39 atau naik 0,57 persen.
Sementara perubahan rata-rata harga beras dan gabah nasional pada Desember 2021 ini juga mengalami kenaikan, dimana rata-rata harga gabah di tingkat petani mencapai Rp 4.773 atau jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya terjadi kenaikan sebesar 2,64 persen. Harga beras di tingkat penggilingan mencapai Rp9,348 atau meningkat sebesar 1,08 persen.








