hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

NTP Agustus Capai 104, 68 Harga Gabah Kering di Tingkat Petani Naik

JAKARTA—Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan Nilai Tukar Petani (NTP) nasional Agustus 2021 naik signifikan ke angka 104, 68 atau naik 1,16 persen dibanding NTP Juli lalu, yaitu 103, 48. Sejak Desember 2019 NTP selalu mencatatkan angka di atas 103.

gabah kering
Ilustrasi Gabah Kering | Foto: Liputan6

Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 1,17 persen; lebih tinggi dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,01 persen.

BPS juga mencatat harga gabah di tingkat petani baik gabah kering panen dan gabah kering giling secara month to month (m-t-m) meningkat. .

“Selama Agustus 2021, rata-rata harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani Rp4.448,00 per kg atau naik 3,19%,” ungkap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto, dalam konferensi pers secara daring, Rabu (1/9/21).

Setianto juga mengungkapkan rata-rata harga gabah kering giling (GKG) di tingkat petani juga meningkat. Rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp5.038,00 per kg atau naik 3,37 persen, yaitu Rp4.874. Namun angka ini masih di bawah angka  Februari yang mencapai Rp5.320, yang merupakan angka tertinggi hingga saat ini di 2021.

Sementara Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian (Kementan) Kuntoro Boga Andri menyampaikan harga gabah di tingkat petani sangat penting untuk terus dijaga. Menurutnya, petani harus bisa menikmati keuntungan dari hasil produksi.

Kuntoro mengatakan data  Agustus menunjukkan bahwa harga gabah di tingkat petani menjadi penting bagi penerimaan pendapatan petani. Karena itu, gabah di tingkat petani harus bisa diserap dengan harga yang bisa menguntungkan bagi mereka.

“Data BPS, harga beras di tingkat grosir dan eceran masih cenderung stabil, walaupun sedikit menurun dibanding bulan sebelumnya, masing-masing sebesar 0,08% dan 0,03%,” ujar Kuntoro.

Sementara dari sisi produksi dan stok beras pun kondisi masih sangat sangat terkendali. Sampai dengan minggu ketiga Agustus 2021, stok beras nasional mencapai 7,60 juta ton, masing-masing tersebar di penggilingan 1,52 juta ton, pedagang 708 ribu ton, dan Bulog sebesar 1,16 juta ton.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate