JAKARTA—-Penampilan Nova Rianty sebagai vokalis Grup Band Cokelat dalam acara Semarak Ksatria di sebuah stasiun televisi, tidak saja memukau, tapi juga padu sehingga publik sepintas menyangkanya dia sebagai vokalis baru band debutan asal Bandung ini, yang sudah beberapa kali berganti vokalis.
“ Itu sebetulnya cokelat feat Nova Rianty. Itu penampilan akuke 3 bersama Cokelat, karena project bersama Cokelat sudah kita mulai pas sebelum Covid19, Jadi sebenarnya sudah ada beberapa jadwal tour keluar kota bersama cokelat, tp terpaksa batal karena Covid19, saat ini hanya bisa event-event on air distasiun televisi,” papar Nova ketika dihubungi Peluang lewat WhatsApp, Minggu (14/6/20).
Alumni Jurusan Seni Musik Universitas Pendidikan Indonesia ini mengaku mempunyai dasar di genre pop rock. Nova pernah menjadi Vocalis Winner, Band Pop rock, kemudian keluar dan lanjutkan solo karier.
“Jadi bisa projek bareng Cokelat di genre rock itu sesuatu yang menyenangkan buat Nova, apalagi personil cokelat orangnya seru, baik, dan merangkul, termasuk crew dan mangementnya, jadi Nova nyaman sekali,” ujar perempuan asal Subang ini.
Selain menjadi musisi, Nova adalah pengajar di Sekolah Musik Purwacaraka. Nova mengaku Samulai suka bernyanyi dari kecil. Berawal dari ketertarikan itu, Nova aktif di berbagai kegiatan bermusik di sekolah, yang secara tidak langsung mengasah kemampuan bernyanyi. Itu sebabnya dia mengambil kuliah di jurusan seni musik.
Awal tahun lalu penyanyi yang berada di bawah label Pelangi Record ini meluncurkan single remake lagu lawas “Hati Yang Luka”, yang dulu dibawakan Betharia Sonata. Ketika didengaran seperti ada nuansa pop rock.
Namun menurut Nova, sebenarnya konsep musik hati yang luka itu lebih ke pop ballad, secara proses menggarap lagu ini bisa dibilang panjang.
“Untuk vokalnya saya lebih fokus untuk membuat sesuatu yang baru, agar masyarakat penggemar lagu hati yang luka, punya pilihan untuk menikmati sebuah karya, mungkin tetap tidak menghilangkan gaya bernyanyi saya,” pungkas dia (Irvan Sjafari).