BONDOWOSO—-Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur terkena dengan produk kopinya. Komoditas kopinya sudah mendunia, yang paling anyar pada September 20201 sebanyak 18 ton kopi arabika dari Perkebunan Nusantara XII menembus pasar Inggris. Sekalipun tidak terlalu besar komoditas perkebunan lainnya yang punya potensi adalah kakao.
Sayangnya data dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada 2018 mengungkapkan sebanyak 152.348 rumah tangga di Bondowoso masuk kategori pra-sejahtera. Sementara, rumah tangga yang bergerak di bidang pertanian mencapai 91.947 atau sekira 60 persen dari total rumah tangga pra-sejahtera. Mereka tersebar di 3 kecamatan dan 25 desa.
Menurut Nikmatilla, seorang anak muda dari Bondowoso, tidak seperti yang dikelola perkebunan besar terutama dari BUMN, para petani kakao dan kopi sulit menjual hasil tani. Perempuan kelahiran 1984 ini memutuskan untuk membantu mendongkrak nilai jual kakao dan kopi dari petani dengan memberikan nilai tambah.
Nikmatilla melakukan inovasi dengan bendera UD Rilla dengan meluncurkan dua brand yaitu Rilla coklat dan kopi. Sarjana ekonomi sebuah universitas swasta ini mulai menjalankan usahanya pada 2010 dengan modal yang sangat minim sekali.
Namun Nikmatilla terus melakukan inovasi dengan membuat produk cokelat yang melumer di dalamnya, sementara di luar keras seperit halnya permen candy dengan berbagai varian rasa.
“Sampai saat ini Rilla coklat tetap berjalan meski pandemi bahkan tembus pasar modern masuk Indomaret di area kota Bondowoso,” ujar Nikmatillla ketika dihubungi Peluang, Selasa (21/12/21).
Inovasi terus dijalankannya. Pada 2016 Nikmatillah mendirikan brand kopi yaitu BROWN COFFEE Java Ijen hingga saat ini brand kopi bubuk saya ciptakan rasa ala kafe dengan harga ekonomis.
Nikmatilla membuat produk cokelat kopi. Inovasi ini berbahan dasar coklat dan kopi yang bisa dimakan langsung bisa juga diseduh jadi minuman rasa coklat kopi.
Kreativitasnya membuat perempuan muda ini pernah menangkan lomba inovasi produk tingkat Provinsi Jawa Timur.
Varian cokelat ada 6 macam yaitu rasa original, blueberry, strawberry, durian, keju dan coklat kopi. Sedangkan kopi ada variant kopi wine, arabika natural, arabika bluemountain, arabika orange bourbon dan robusta wine, robusta klasik.
Pandemi sangat berdampak omzet menurun karena permintaan pasar turun. Namun dia bersyukur bisa melewati tanpa mengurangi karyawan dengan mensiasati menawarkan banyak promo diskon dan bonus buat pelanggan kopi maupun cokelat.
Bisnis UD.RILLA tidak hanya bergerak di brand cokelat dan kopi bubuk tapi juga penyuplai biji kopi buat kafe, warkop di seluruh indonesia dan ekspor.
Dia juga mendirikan kedai kopi kecil kecilan rencana bisnis kedepannya bisa membuka cabang kedai kopi di berbagai kota dan memperluas produk diberbagai outlet.
“Ingin ekspansi yang lebih luas dan membuat inovasi baru. Sayangnya saya masih menghadapi kendala usaha yaitu modal masih terbatas,” tutupnya (Irvan).





