hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Niat Lawan Ijon, Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah Jadi Eksportir Kopi Beromzet Rp15 Miliar

SUBANG— Desa Cupunagara merupakan salah satu daerah kewenangan, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, yang berlokasi di antara gunung tangkuban perahu dan gunung karamat dengan keliling kawasan perbukitan.

Lahannya merupakan kawasan potensial untuk budi daya kopi Arabika dan Robusta. Selain subur, tanahnya terletak di atas ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut.

Miftahudin Shaf (36), seorang sarjana generasi milenial tergerak hatinya untuk membantu petani meningkatkan kesejahteraannya dengan mengembangkan budi daya kopi.  Sarjana hukum dari Universitas Subang ini juga khawatir kalau petani jalan sendiri-sendiri, maka akan terjebak dengan sistem ijon yang merugikan.

Mulanya, Miftahudin dan beberapa petani membentuk kelompok tani. Lahan yang digunakan untuk menanam kopi mulanya hanya lahan pribadi masing-masing petani kopi. Namun kemudian mendapatkan kesempatan bekerja sama dengan Perhutani menggunakan lahan BUMN tersebut.

Setelah beberapa tahun dalam kelompok tani dirinya berinisiatif mendirikan Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah (GLB) pada Oktober 2016.  Tujuannya agar bisa memfasilitasi pasar petani kopi sekaligus punya usaha berbadan hukum. Koperasi GLB kemudian memproduksi kopinya dengan brand hofland, terutama untuk keluar negeri.

“Awalnya kami jual lokal ke Medan dan Surabaya. Rupanya Kementerian Perdagangan melirik kami dan kami  difasilitasi ikut pameran di Jepang, Singapura, Malaysia dan terakhir ke Dubai, April 2021,” ujar pria kelahiran Garut, 16 Juni 1985 yang didaulat menjadi ketua koperasi.

Ketika mengikuti pameran ini, Koperasi GLB  mendapatkan pembeli internasional.  Awalnya dari Korea Selatan, namun masih undername atau menumpang eksportir lain, karena belum punya izin ekspor. Baru pada 2020 Koperasi GLB bisa mengekspor ke Taiwan.

 Pada Agustus ini Koperasi GLB  mendapatkan kesempatan untuk ekspor ke Arab Saudi sebanyak 150 ton dengan nilai satu juta dolar AS.  Ekspor ini akan dilakukan beberapa tahap dengan menggunakan delapan kontainer.

Ekspor  ke Arab Saudi ini upaya keras di tengah pukulan di era pandemi Covid-19. Pasar lokal anjlok dan beberapa ekspor delay. Kontrak  selanjutnya dengan Korsel ditangguhkan. Koperasi GLB berupaya.  Berkat dukungan Kemenlu memfasilitasi pertemuan dengan pembeli secara zoom atau virtual akhirnya mendapatkan fasilitas ekspor Arab Saudi ini.

“Modal kami lainnya ialah dominasi anggota yang rata-rata kalangan milenial yang punya kemampuan mengakses IT,” tambahnya.

Hingga sekarang Koperasi GLB  sudah mempunyai 220 anggota menurut RAT Tahun Buku 2020. Total lahan kopi yang dikelola koperasi mencapai 300 hektar dengan produksi 200 ton per tahun dan omzet Rp15 miliar.

Menurut Miftahudin lagi pihaknya membagikan SHU antara Rp200 ribu hingga Rp400 ribu per petani, bergantung berapa banyak simpanan wajib, tabungan dan seberapa aktif menjual hasil panen kopi kepada koperasi.

Koperasi GLB mempunyai berapa sub bidang usaha, jasa pergudangan. Koperasi ini punya izin menjalankan sistem resi gudang untuk komoditas kopi dan gabah beras. Di Jabar baru koperasi GLB yang punya sistem resi gudang.

“Sebagai pengurus koperasi, kami bukan saja wajib mencarikan pasar, tetapi juga permodalan. Alhamdulillah, kami sudah didukung beberapa lembaga pembiayaan, di antaranya Bank BJB dan Bank Mandiri,” tutup dia (Irvan).

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate