hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Muamalat Suntik Permodalan Kopsyah BMI

Kerja sama senilai Rp95 miliar yang dibagi dalam tiga tahap ini ditujukan untuk menggenjot aksesibilitas anggota dalam memperoleh pembiayaan.

Bagi entitas bisnis seperti koperasi, permodalan merupakan salah satu faktor utama untuk menjaga pertumbuhan usaha berkelanjutan. Permodalan yang memadai akan memberi ruang lebih luas untuk mengeksekusi rencana usaha yang telah disiapkan. Ini pula yang melatari kerja sama pembiayaan Kopsyah Benteng Mikro Indonesia (BMI) dengan Bank Muamalat Indonesia.

Kamaruddin Batubara Presiden Direktur Kopsyah BMI mengatakan,  koperasi harus terus bekerjasama dengan berbagai lembaga, baik bank maupun lembaga keuangan non bank di dalam maupun luar negeri. “Kerja sama dengan Bank Muamalat merupakan hal yang sangat strategis untuk mendukung pembiayaan kepada anggota dan ke depan bisa juga mendukung kegiatan Kopmen BMI,” ungkapnya usai melakukan akad kerja sama di Kantor Pusat Koperasi BMI di Tangerang.

Penandatanganan akad sebesar Rp40 miliar tersebut merupakan akad kedua dari tiga akad pembiayaan yang disepakati. Akad pertama telah dilaksanakan pada Juni 2021 senilai Rp5 miliar. Selanjutnya, akad ketiga direncanakan pada Oktober dengan nilai sebesar Rp50 miliar. Sehingga total akad pembiayaan yang akan diterima Kopsyah BMI sebesar Rp95 miliar.

Dalam Undang-Undang Koperasi Nomor 25 Tahun 1992 pasal 41 disebutkan, bahwa modal koperasi terdiri dari modal sendiri dan modal pinjaman. Salah satu sumber modal pinjaman bisa berasal dari bank atau lembaga keuangan lainnya. Sehingga, kerja sama akad pembiayaan Kopsyah BMI dengan Bank Muamalat telah sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Menurut pria yang biasa disapa Kambara tersebut, tujuan utama dari kerja sama dengan Bank Muamalat adalah untuk meningkatkan aksesibilitas anggota dalam memperoleh pembiayaan. Ini juga membuktikan semakin dipercayanya Kopsyah BMI oleh pihak perbankan. Sebab, sebelumnya salah satu koperasi berprestasi di Indonesia ini juga telah menjalin kemitraan dengan lembaga perbankan di dalam maupun luar negeri. 

“Kita saat ini bekerjasama dengan lembaga keuangan baik bank maupun non bank. Bank Muamalat ini sebagai satu bank yang bekerjasama dan sama sekali tidak menghilangkan kemandirian kita sebagai koperasi,” ucap Kambara.

Selain menambah tebal modal, kerja sama itu juga mendongkrak prestise gerakan perkoperasian di Tanah Air. Sebab, sampai saat ini beberapa pihak masih memandang minor terhadap lembaga sokoguru perekonomian tersebut. Oleh karenanya, gebrakan Kopsyah BMI yang telah bekerjasama dengan beberapa institusi keuangan di dalam maupun luar negeri dapat mengatrol eksistensi koperasi dalam peta perekonomian nasional.  (Kur)

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate