JAKARTA—Mohammad Fatih merupakan salah satu UKM yang menyadari go digital tidak bisa dihidindari untuk bisa eksis di dunia usaha pada era milenium ini. Hal ini disadarinya ketika menjadi mitra binaan Pertamina sejak 2013 dan akhirnya mengikuti UMKM Academy.
“Pengetahuan Go Digital yang diberikan Pertamina sangat mendukung kemajuan usaha saya. Sebelum jadi binaan Pertamina, hanya mengikuti bazar dan expo yang skala kecil saja di daerah” ujar Fatih dalam keterangan tertulisnya, Minggu (7//21).
Fatih menceritakan, Tewetewe Art sendiri merupakan usaha yang bergerak di bidang wire jewelry. Ia memproduksi liontin, kalung, gelang, bross, dan aneka aksesoris lain yang terbuat dari kawat tembaga dipadukan dengan batu alam.
“Awalnya jadi reseller produk orang. Namun karena tempat kulakan yang jauh akhirnya belajar otodidak untuk buat produk dari bahan yang berbeda,” tuturnya.
Peluang pasar yang masih potensial membuat usahanya pun ikut berkembang. Hal ini terlihat dari jumlah pekerja yang kian bertambah. Mulanya hanya dikerjakan berdua dengan sang istri, kini terdapat 4 orang karyawan yang turut membantu bisnisnya. Omzet bersih yang dikantongi Fatih tiap bulannya bisa mencapai lebih dari Rp10 juta.
Ini tidak terlepas dari pemasaran yang cukup gencar dilakukan. Untuk media sosial sendiri, ia banyak memposting katalog produknya pada Instagram @teweteweartjewelry.
Sedangkan untuk pemasaran, selain mencakup seluruh wilayah Indonesia, Fatih pernah memasarkan produknya hingga ke beberapa negara Asia. Seperti China, Kamboja, Malaysia, Jepang, dan Taiwan.








