hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Mobilitas Nataru 2025/2026 Meningkat, Pengguna Angkutan Umum Tembus 21,46 Juta

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi saat menutup Posko Pusat Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026) di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (5/1)/ Foto: dok. Kemenhub

PeluangNews, Jakarta – Aktivitas perjalanan masyarakat selama libur panjang Natal dan Tahun Baru 2025/2026 menunjukkan tren peningkatan. Hal ini tercermin dari melonjaknya jumlah pengguna angkutan umum di berbagai moda transportasi nasional sepanjang periode angkutan Nataru.

Kementerian Perhubungan mencatat, selama masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang berlangsung pada 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, total penumpang angkutan umum secara nasional mencapai 21.461.491 orang. Jumlah tersebut meningkat 12,48 persen dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya yang tercatat 19.079.881 penumpang.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan peningkatan ini menunjukkan pelaksanaan angkutan Nataru berjalan sesuai rencana dan kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan mulai 18 Desember 2025 sampai dengan 4 Januari 2026, penumpang angkutan umum naik 12,48 persen dari periode Nataru tahun lalu, atau berjumlah 21,46 juta penumpang. Hal ini tentunya menunjukkan pelaksanaan angkutan Nataru tahun ini telah berjalan dengan baik sesuai dengan kebijakan dan rencana operasi yang telah disusun,” ujar Dudy saat menutup Posko Pusat Angkutan Nataru 2025/2026 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (5/1).

Jika dirinci berdasarkan moda transportasi, hampir seluruh sektor mencatat pertumbuhan jumlah penumpang. Moda angkutan udara melayani 4.768.675 penumpang, meningkat 0,73 persen dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai 4.734.198 penumpang.

Peningkatan paling signifikan terjadi pada angkutan laut, yang mencatat 2.254.733 penumpang atau melonjak 43,42 persen dari sebelumnya 1.572.099 penumpang.

Pada moda perkeretaapian, jumlah penumpang mencapai 7.573.881 orang, naik 12,92 persen dibandingkan periode Nataru tahun lalu yang mencatat 6.707.053 penumpang.

Sementara itu, angkutan penyeberangan juga mengalami lonjakan dengan total 3.725.343 penumpang, meningkat 35,05 persen dari periode sebelumnya sebanyak 2.758.565 penumpang.

Berbeda dengan moda lainnya, angkutan jalan justru mencatat penurunan tipis. Pada periode Nataru 2025/2026, jumlah penumpang angkutan jalan tercatat 3.138.859 orang, turun dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai 3.307.966 penumpang.

Selain pergerakan penumpang, Kementerian Perhubungan juga memantau arus kendaraan. Volume kendaraan keluar masuk Jakarta melalui jalan tol tercatat meningkat 3,39 persen. Adapun kendaraan yang melintas melalui jalan arteri di wilayah Jabodetabek mengalami kenaikan lebih tinggi, yakni 17,3 persen.

Menhub Dudy juga menyoroti perbaikan kinerja lalu lintas selama periode libur akhir tahun. Ia menyebutkan adanya penurunan waktu tempuh rata-rata di sejumlah ruas tol utama.

“Pada tahun 2025/2026 waktu tempuh rata-rata pada ruas tol Cawang–Banyumanik secara kumulatif dapat ditempuh selama 5 jam 4 menit atau turun 5,24 persen dibanding tahun sebelumnya. Adapun untuk arus sebaliknya waktu tempuh turun 10,1 persen,” kata Dudy.

Berdasarkan hasil pemantauan, arus kendaraan yang meninggalkan wilayah Jabodetabek melalui jalan tol didominasi tujuan ke Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, Pulau Sumatra, serta sejumlah kawasan di Jawa Barat seperti Puncak dan Sukabumi.

Selama masa operasional Posko Angkutan Nataru 2025/2026, Kementerian Perhubungan melakukan pemantauan intensif di 1.549 titik simpul dan jaringan transportasi nasional. Titik pemantauan tersebut meliputi 222 terminal, 248 pelabuhan penyeberangan, 264 pelabuhan laut, 257 bandar udara, 471 stasiun kereta api, 43 gerbang tol, serta 44 ruas jalan arteri.

 

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate