hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Milenial dari Boyolali Ini Berdayakan Perajin Desa

BOYOLALI-–Rudi Hermawan memanfaatkan usaha kerajinan logam “Tumapel Art” yang diwariskan keluarganya untuk memberdayakan para perajin di Desa Tumang, Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah. Kawasan itu memang  sentra kerajinan logam.

Pemuda berusia 29 tahun memulai segala pengembangan bisnisnya hampir dari nol, sekitar 11 tahun lalu atau saat usianya masih 18 tahun.  Tepatnya sejak  pertengahan 2009, Rudi berkeinginan mengembangkan usaha milik orang tuanya.

Berbagai pembenahan yang dilakukannya, Tumapel Art perlahan mulai berkembang. Segala perizinan usaha dibuat. Perluasan jaringan pemasaran juga dilakukan.

Upaya Rudi untuk mengembangkan Tumapel Art sempat terhenti selama 3 tahun, ketika ia harus menyelesaikan kuliah dan bekerja di luar kota.

Baru pada 2016, ia kembali ke desa dan menerapkan semua ilmu dan pengalaman yang diperolehnya saat menjadi tenaga marketing di industri perbankan, untuk membesarkan Tumapel Art.

Setahun pasca Rudi kembali ke kampung halaman, meledak tren penggunaan chafing dish dari bahan kuningan. Karena ledakan tren saat itu, Rudi mulai kebanjiran pesanan. Banyak restoran dan hotel dari berbagai daerah yang menghubunginya via media sosial. Dia membangun galeri baru dan menambah tenaga kerja.

“Untuk naikkan kapasitas usaha saya akhirnya mendapat pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI mulai 2017,” terang dia, Selasa (27/10/20).

Dananya untuk beli bahan baku dan menambah karyawan. Omzet sejak saat itu hingga tahun lalu mencapai Rp150 juta-Rp200 juta per bulan. Itu sudah termasuk pendapatan dari penjualan barang selain chafing dish.

Restrukturisasi yang diperolehnya cukup mudah dan prosesnya cepat. Dia hanya perlu mengisi formulir, sebelum akhirnya mendapat penundaan pembayaran bunga dan pokok angsuran selama 6 bulan sejak April 2020.

Kini, Rudi mengaku denyut usahanya perlahan mulai berdetak kembali. Sejak new normal, pre-order chafing dish Tumapel Art kembali mengalir meski belum sebanyak waktu normal.

“Sudah ada pre-order 1-2 kali dalam sebulan. Untuk satu pre-order itu biasanya seharga Rp30 juta Rp35 juta,” ujarnya.

Di tengah perjuangannya membangkitkan usahanya yang terdampak pandemi, Rudi mendapatkan berkah lainnya. Ia lolos mengikuti seleksi program Pengusaha Muda BRILian yang digelar oleh BRI pada September lalu, kini Rudi aktif dalam pelatihan yang diberikan oleh BRI.

Dalam kesempatan terpisah, Priyastomo, Direktur Bisnis Kecil, Ritel dan Menengah BRI mengungkapkan bahwa BRI terus konsisten untuk mengembangkan UMKM di Indonesia dengan melakukan berbagai program pemberdayaan dan pendampingan kepada UMKM dalam perannya sebagai Agent of Development.

Salah satu program pemberdayaan UMKM yang kami lakukan tahun ini adalah Pengusaha Muda Brilian, yang merupakan program intensif yang bertujuan untuk untuk akselerasi bisnis UMKM yang mendorong lahirnya young entrepreneur berdaya saing lokal dan global.

“Nantinya program ini sekaligus menjadikan Pengusaha Muda BRILian sebagai Duta Pengusaha Muda UMKM,” pungkas dia.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate