
PeluangNews, Tangerang – Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) memperingati milad ke-13 sekaligus 23 tahun perjalanan operasional pada 20 Maret 2026. Momentum ini meneguhkan kembali jati diri koperasi sebagai lembaga yang lahir dan tumbuh dari inisiatif anggota.
Mengusung tema Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun ini, “Koperasi lahir dan tumbuh dari inisiatif anggota,” peringatan milad menjadi ajang refleksi perjalanan panjang sekaligus penguatan arah masa depan.
Presiden Direktur Koperasi BMI Group, Kamaruddin Batubara, menegaskan bahwa kekuatan utama Kopsyah BMI terletak pada kepercayaan dan partisipasi anggota.
“Koperasi ini bukan milik segelintir orang, tetapi milik bersama. Ia lahir dari kebutuhan anggota, tumbuh karena kepercayaan anggota, dan akan terus besar jika anggota tetap menjadi penggeraknya,” ujarnya.
Ia menambahkan, perjalanan 23 tahun operasional menjadi bukti konsistensi Kopsyah BMI dalam menghadirkan manfaat nyata, khususnya bagi pelaku usaha mikro.
Sejak berdiri pada 2003, Kopsyah BMI berkembang menjadi lembaga keuangan mikro syariah yang tak hanya menyediakan layanan simpan pinjam dan pembiayaan, tetapi juga mengelola dana sosial seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf sebagai bagian dari pemberdayaan umat.
Dalam momen milad ini, Kamaruddin—yang akrab disapa Kambara—menyampaikan refleksi mendalam tentang perjuangan anggota.
Baca Juga: Milad ke 12, Kopsyah BMI Teguhkan Koperasi sebagai Pilar Kesejahteraan Bersama
“Di balik angka-angka pertumbuhan itu, ada air mata perjuangan anggota. Ada ibu-ibu yang memulai usaha dari nol, ada pedagang kecil yang bangkit dari keterpurukan. Kopsyah BMI bukan sekadar lembaga keuangan, ini adalah rumah bagi harapan, tempat mimpi-mimpi kecil diperjuangkan bersama,” ungkapnya.
Penerima penghargaan Setyalencana Wira Karya dari Presiden RI itu juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai dasar koperasi di tengah pertumbuhan yang pesat.
“Pertumbuhan aset dan jumlah anggota patut disyukuri, tetapi yang lebih penting adalah menjaga ruh koperasi: kekeluargaan dan gotong royong, serta memastikan keadilan dan kebermanfaatan bagi seluruh anggota,” tegasnya.
Hingga kini, Kopsyah BMI terus mencatatkan pertumbuhan positif, baik dari sisi jumlah anggota maupun perluasan layanan. Hal ini mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap koperasi sebagai solusi ekonomi berbasis syariah.
Momentum milad ini sekaligus menjadi ajakan bagi seluruh anggota untuk memperkuat solidaritas, menjaga amanah, dan aktif berkontribusi dalam membangun koperasi yang berdaya dan berkelanjutan.
Menutup pernyataannya, Kambara kembali menegaskan esensi koperasi sebagai gerakan kolektif.
“Koperasi itu gotong royong, bekerja bersama, dan menjalankan usaha secara bersama-sama.”
Dengan semangat “dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota,” Kopsyah BMI optimistis terus menjadi pilar ekonomi umat yang mandiri, inklusif, dan penuh keberkahan. (Aji)








