Peluangnews, Jakarta – LSPR Institute of Communication & Business sukses menggelar pertunjukan teater musikal berjudul Nirwana. Paduan karya seni modern dan tradisional ini diadakan mahasiswa/i, program studi Ilmu Komunikasi dengan konsentrasi Performing Arts Communication (PAC) Angkatan 24, di Gedung Kesenian Jakarta oleh Metamorphose Production, pada 27 Juli 2023 lalu.
Mereka menampilkan sebuah pertunjukan seni sebagai salah satu syarat untuk memenuhi kelulusan mata kuliah Plan and Production Management, yang diampu oleh Mikhael Yulius Cobis, M.Si., M.M.
Selain itu, kegiatan ini berkolaborasi dengan tiga mata kuliah utama lainnya di konsentrasi PAC, yaitu Music and Sound, Stage Production & Lighting Technology, dan Costume Design & Make Up.
Pertunjukan Nirwana diselenggarakan dalam 2 kali pertunjukan dalam satu hari. Yakni, pertunjukan pertama pada pukul 15.30 – 17.30, kedua pada pukul 19.30 – 21.30.
Produser Nirwana dipegang Brigitta Belinda dengan Asisten produsernya Safira. Keduanya dibantu oleh tiga Sutradara, yaitu Bennedict Herdianus, Grace Wijaya, dan Shakira Ibrahim.
Metamorphose Production juga berkolaborasi dengan Edith Cowan University Australia dan Sanggar Ratna Sari, sanggar tari di Jakarta Timur, yang berada di bawah Dinas Kebudayaan (DISBUD) DKI Jakarta. Hal ini sebagai upaya melestarikan budaya Indonesia kepada masyarakat luas.
“Melalui mata kuliah Plan & Production Management, mahasiswa mendapatkan berbagai pengetahuan, sikap dan keterampilan, yaitu pemahaman mendalam tentang produksi teater tentang konsep, prinsip, dan proses perencanaan produksi teater dari awal hingga pelaksanaan produksi, persiapan teknis, logistik, jadwal, dan anggaran. Selain itu mahasiswa juga belajar bagaimana mengkoordinasikan tim produksi, berkomunikasi dengan anggota tim, memfasilitasi kolaborasi, dan mengambil keputusan yang efektif dalam lingkungan produksi yang dinamis,” beber Mikhael Yulius Cobis
Pertunjukan ini merupakan cerita fantasi yang terinspirasi dari kisah Tribhuwana Wijayatunggadewi di era Majapahit yang menceritakan perselisihan antara 2 kerajaan, yaitu Arutala dan Adhisti.
Di dalam ceritanya terdapat berbagai unsur penggabungan kebudayaan, yang tidak hanya menggabungkan kebudayaan Barat dan Timur, tetapi juga kebudayaan Indonesia.
“Dengan karya NIRWANA yang dibuat oleh Metamorphose Production diharapkan masyarakat dapat semakin mengapresiasi karya-karya seni campuran antara tradisional dan modern agar karya seni tradisional yang ada bisa terus berkembang mengikuti perkembangan zaman,” ujar Brigitta Belinda. (RO/Aji)





