
PeluangNews, Jakarta – Setiap tahunnya, umat muslim di seluruh dunia merayakan Hari Raya Idulfitri setelah menjalankan ibadah puasa selama satu bulan di bulan Ramadan.
Hari raya ini menjadi simbol kemenangan bagi umat Islam di seluruh negara tak terkecuali di Indonesia.
Di negara kita berbagai kegiatan untuk merayakan Idulfitri sudah menjadi budaya seperti mudik ke kampung halaman, silaturahmi ke kerabat terdekat dan masih banyak lagi yang lain.
Mungkin Anda sudah cukup familiar menyebut Idulfitri dengan istilah Lebaran. Istilah ini memang cukup populer dan identik di Indonesia. Namun, apa makna Idulfitri yang sesungguhnya?
Idulfitri bukan sekadar tentang hari perayaan, pakaian baru, dan hal-hal lain yang serba baru. Meski pada dasarnya umat muslim disunnahkan untuk menggunakan pakaian baru, tetapi secara hakikat, bukan itu makna sesungguhnya dari Hari Raya Idulfitri.
Lebih dari itu, Idulfitri dimaknai sebagai bentuk refleksi diri, bentuk rasa syukur, dan kegembiraan. Dalam hal ini, refleksi diri berarti setiap umat muslim dianjurkan untuk introspeksi diri dan kembali kepada fitrah Islamiyah.
Umat muslim diharapkan dapat kembali suci setelah dibersihkan dengan puasa Ramadan selama satu bulan penuh, yang kemudian disempurnakan dengan mengeluarkan zakat fitrah sebagai bentuk rasa syukur dan berbagi kepada sesama, serta saling memaafkan atas kesalahan yang pernah terjadi.
Pembaca, pasca Idulfitri ini kami dari jajaran redaksi mengajak kita semua untuk melestarikan nilai-nilai kebaikan yang telah dilakukan selama bulan Ramadan.
Artinya, amal dan kebaikan yang dilakukan di bulan suci lalu marilah kita lanjutkan di bulan-bulan lainnya.
Sedikitnya ada lima kebaikan yang patut diteruskan pasca Ramadan. Yaitu, tidak mudah melakukan dosa, berhati-hati dalam mengambil sikap dan tindakan, bersikap jujur, memiliki semangat persatuan dan persaudaraan, dan melakukan pengendalian diri.
Akhirnya, dari meja redaksi PeluangNews, kami mengucapkan selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026. Mohon maaf lahir dan batin. Taqabbalallahu minna wa minkum taqabbal ya karim. []








