MAUMERE—Sejumlah kegiatan menjelang Rapat Anggota Tahunan KSP Kopdit Pintu Air mulai digelar. Di awali dengan kedatangan Menteri Koperasi UKM Teten Masduki Kamis (20/5/21) yang dilanjut penanaman perdana bibit cabai dan tomat di lahan unit usaha milik Kopdit Pintu Air.
Penanaman secara simbolis itu, Menkop didampingi Wakil Bupati Sikka Romanus Woga, Deputi Perkoperasiaan Ahmad Zabadi, Ketua KSP Kopdit Pintu Air Jakobus Jano dan Ketua Forum Komunikasi Koperasi Besar Indonesia (Forkom KBI) yang juga Ketua Pengurus Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia Kamaruddin Batubara.
Usai melakukan tanaman perdana, Menkop Teten menyatakan kegembiraannya bahwa koperasi kini mulai bergeser ke sektor produksi. Hal ini perlu dilakukan untuk menyejahterakan anggota.
“Yang dilakukan Pintu Air sudah masuk ke pertanian modern dengan menggunkan irigasi tetes yang hemat air sangat cocok untuk tanah di NTT yang umumnya kering. Tidak ada yang tidak bisa kita kelola, koperasi harus terus bergerak di sektor riil guna memperkuat eksistensinya sebagai entitas bisnis,” ucapnya.
Pada kesempatan itu, Ketua KSP Kopdit Pintu Air Jakobus Jano kepada Peluang mengatakan rasa bangga program spin-off koperasinya yang menyasar ke sektor hortikultura diapresiasi menkop.
Program tanaman hortikultura bernilai ekonomis tinggi itu, lanjut dia, diharapkan manambah nilai tambah ekonomi anggota.
Untuk tahap awal dilakukan uji coba di lahan seluas 4 hektar berlokasi di Seberang Jl Trans Utara Larantuka, Desa Wairbeler, Kecamatan Waigete.
Lahan tersebut dikelola oleh PT. Pintar Agro Foresti yang adalah satu dari delapan anak perusahan KSP Kopdit Pintu Air.
Konsultan PT. Pintar Agro Foresti Yance Maring menjelaskan, dalam proses pembudidayaan tanaman tomat dan cabai pihaknya menggunakan teknologi Smart Farming dengan menggunakan IOT Divice, pengontrolan pengairan menggunakan aplikasi android yang berguna untuk menghidupkan dan mematikan air.
“Tidak hanya itu saja, sistim ini juga dapat mengontrol unsur hara tanah, Mpk, Ph, kelembapan, suhu, water flow dan water level. Water flow untuk mengukur berapa volume air yang keluar dan digunakan dan ini pertama kita lakukan di Lahan KSP Kopdit Pintu Air Ini, “ tutur Yance sambil mengarakan Mentri Teten untuk melihat langsung alat yang digunakan.
Menejer PT. Pintar Agro Foresty Oktavianus Philipus Bili menuturkan, lahan yang siap dieksekusi adalah 2 hektar dengan jumlah 22 petak. Dalam perencanaan populasi awal 1 hektar untuk cabai dan 1 hektar untuk tomat.
“Setiap petak terdiri dari 17-22 bedeng. Perencanaan kami pada saat panen kita menggunakan pola berbagi dimana terdapat agro wisata dengan menjadikan anggota koperasi yang sebagai pemilik datang dan sendiri melihat langsung serta dapat langsung memetik beberapa populasi sesuai kebutuhannya,” kata Okto begitulah ia akrab disapa.
Selain melakukan penanaman Simbolis Menteri Teten juga mengunjungi aktivitas perbelanjaan Pintar Asia Swalayan milik dan Percetakan media Ekora NTT. Kehadiran Menteri Koperasi memenuhi undangan KSP Kopdit Pintu Air untuk membuka RAT ke 25 tahun buku 2020 pada Jumat, 21 Mei 2021. (Van)








