hayed consulting
hayed consulting
octa vaganza

Menkop Tekankan Integrasi SiKopdes untuk Tingkatkan Kredibilitas Koperasi Desa

Menteri Koperasi Budi Arie.
Menteri Koperasi Budi Arie.

PeluangNews, Semarang – Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi menegaskan pentingnya integrasi layanan digital dalam pengelolaan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih.

“Semua platform di kementerian dan lembaga harus terintegrasi dengan layanan microsite Sistem Informasi Kopdes Merah Putih atau SiKopdes,” ujar Budi Arie saat menghadiri Rapat Konsolidasi Satgas Nasional, Provinsi, dan Kabupaten/Kota Percepatan Operasional Kopdes Merah Putih di Semarang, Kamis (28/8).

Ia menekankan bahwa SiKopdes menjadi salah satu syarat utama bagi Kopdes/Kel Merah Putih untuk bisa mengajukan pembiayaan. “SiKopdes nantinya akan memudahkan proses monitoring secara realtime, integrasi ekosistem bisnis, pengelolaan data mandiri, serta meningkatkan kredibilitas koperasi, transparansi, dan akuntabilitas,” jelasnya.

Menurut Menkop, keberadaan Kopdes/Kel Merah Putih akan memperpendek rantai pasok sehingga kebutuhan masyarakat dapat tersalurkan dengan tepat sasaran, harga sesuai, dan tersedia tepat waktu. “Pasalnya, permasalahan yang umumnya dihadapi koperasi eksisting saat ini yaitu distribusi yang kurang merata,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa koperasi masih menghadapi ketergantungan pada jalur distribusi tertentu, rawan penyimpangan, keterbatasan infrastruktur pembiayaan, hingga tingginya biaya logistik. “Atas permasalahan-permasalahan tersebut, Kopdes/Kel Merah Putih adalah jawabannya,” tegas Budi Arie.

Berdasarkan data Koperasi Merah Putih per 28 Agustus 2025, tercatat 38.344 akun SiKopdes, 5.026 koperasi memperbarui profil, 592 pengajuan kemitraan dari 243 koperasi, serta 10.521 gerai dari 8.790 koperasi. Khusus di Jawa Tengah, tercatat 3.360 koperasi memiliki akun SiKopdes, 565 koperasi telah memperbarui profil, 24 pengajuan kemitraan, serta 7.716 gerai dari 6.297 koperasi.

Meski begitu, Menkop mengakui operasional Kopdes/Kel Merah Putih di lapangan masih menghadapi tantangan, seperti partisipasi warga, permodalan, pembayaran iuran, identifikasi aset, dan keterampilan SDM. “Semua tantangan itu bisa diatasi dengan manajemen koperasi yang berfokus pada people, organisasi, dan sistem,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan komitmen daerahnya dalam mendukung program ini. “Pembentukan Koperasi Merah Putih di wilayah Jateng sudah mencapai 100 persen. Sudah beroperasi sebanyak 1.750 unit,” ungkapnya.

pasang iklan di sini