hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Menkop Ferry Tantang Kopelindo Keluar dari Zona Nyaman, Bidik Energi hingga Pangan

Menkop Ferry Tantang Kopelindo Keluar dari Zona Nyaman, Bidik Energi hingga Pangan
Menkop Ferry Tantang Kopelindo Keluar dari Zona Nyaman, Bidik Energi hingga Pangan/dok.humas

PeluangNews, Surabaya – Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendorong koperasi besar di Tanah Air untuk keluar dari zona nyaman, termasuk Koperasi Pelabuhan Indonesia (Kopelindo), dengan memperluas usaha ke sektor-sektor ekonomi strategis demi memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.

Hal itu disampaikan saat membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2025 Kopelindo di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (28/3/2026). Ia menilai momentum transformasi ekonomi saat ini harus dimanfaatkan koperasi untuk masuk ke lini bisnis berdampak luas.

Dalam arahannya, Ferry menegaskan koperasi tidak boleh lagi bertumpu pada sektor tradisional semata. Ia mendorong ekspansi ke bidang energi, pangan, hingga infrastruktur sebagai ruang pengabdian sekaligus peluang bisnis yang menjanjikan.

“Koperasi jangan hanya berkutat di simpan pinjam atau usaha kecil penunjang. Saya mengajak Kopelindo berani masuk ke sektor strategis—mulai dari logistik nasional, energi terbarukan, hingga ketahanan pangan,” ujarnya.

Baca Juga: Menkop Genjot 83 Ribu Gerai Kopdes Merah Putih, Agrinas Dikebut Tuntas Sebelum September

Menurut dia, sebagai koperasi yang beroperasi di lingkungan pelabuhan, Kopelindo memiliki posisi strategis untuk memperluas peran dalam rantai pasok global. Pemerintah pun, kata dia, siap mendukung melalui regulasi agar hambatan birokrasi—terutama di sektor padat modal—bisa ditekan.

Selain ekspansi usaha, Ferry juga menekankan pentingnya modernisasi tata kelola. Ia mengapresiasi konsistensi Kopelindo dalam menyelenggarakan RAT tepat waktu sebagai bentuk transparansi, namun mengingatkan bahwa tantangan ke depan menuntut percepatan digitalisasi.

“Ekspansi ke sektor strategis tidak mungkin tanpa penguatan teknologi informasi. Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan agar koperasi mampu bersaing dengan swasta maupun BUMN,” tegasnya.

Ia menambahkan, RAT menjadi momentum penting untuk evaluasi dan penentuan arah strategis. Saat ini, Kopelindo mencatat aset sekitar Rp800 miliar dengan Sisa Hasil Usaha (SHU) sekitar Rp20 miliar, disertai tren pertumbuhan kinerja dan jumlah anggota yang terus meningkat.

Ke depan, koperasi didorong memperkuat tata kelola, manajemen risiko, transformasi digital, serta meningkatkan partisipasi anggota dan kolaborasi. Ferry juga berharap Kopelindo dapat bersinergi dengan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih guna memperluas manfaat ekonomi.

Di akhir sambutannya, ia berharap langkah ekspansif Kopelindo dapat menjadi pemicu bagi koperasi lain untuk mengikuti jejak serupa. Dengan masuk ke sektor strategis, distribusi kekayaan diharapkan lebih merata dan kembali ke anggota serta masyarakat luas.

“Jika koperasi sudah masuk sektor strategis, di situlah kita membangun demokrasi ekonomi yang sesungguhnya,” pungkasnya.

Kopelindo Siap Bertransformasi Jadi Koperasi Modern

Kopelindo mencatat kinerja positif sepanjang tahun buku 2025. Dalam pembukaan RAT, pengurus melaporkan pencapaian target utama yang diiringi transformasi menuju koperasi modern.

Pelaksana Harian Ketua Kopelindo, Rudy Herdiyanto, menyebut capaian 2025 menjadi fondasi penting sebelum melakukan lompatan bisnis ke depan.

Ia memaparkan sejumlah keberhasilan, mulai dari peningkatan akses anggota, pertumbuhan SHU, perluasan wilayah kerja, hingga migrasi sistem berbasis digital.

“Tahun 2025 menjadi tonggak penting. Kami berhasil meningkatkan akses, SHU, memperluas wilayah kerja, sekaligus melakukan transformasi digital menuju koperasi modern,” ujar Rudy.

Mengusung tema “Beyond Cooperative”, Kopelindo menegaskan komitmennya untuk melampaui peran tradisional koperasi dan memperluas dampak ekosistem bisnis agar lebih kompetitif di masa depan. (Aji)

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate