hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Menkop: Satu Data Indonesia Fondasi Percepatan Kopdes Merah Putih

Menkop: Satu Data Indonesia Fondasi Percepatan Kopdes Merah Putih
Menkop Ferry sebut satu data Indonesia fondasi percepatan Kopdes Merah Putih/dok.humas

PeluangNews, Jakarta – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyambut positif peluncuran Kolaborasi Satu Data Indonesia yang diinisiasi oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas. Acara tersebut digelar di Jakarta, Senin (26/1), sebagai langkah strategis memperkuat pembangunan nasional berbasis data terintegrasi.

Dalam sambutannya, Menkop menyebut peluncuran Satu Data Indonesia sebagai momen penting dalam merunut kembali filosofi dan ideologi negara yang akan diimplementasikan ke dalam peta jalan pembangunan menuju Indonesia Emas. Menurutnya, dengan dukungan data yang akurat dan terintegrasi, target Indonesia Emas bahkan berpotensi tercapai lebih cepat dari proyeksi tahun 2045.

“Alhamdulillah, hari ini kita menjadi saksi sejarah dimulainya kembali penyusunan roadmap pembangunan nasional berbasis data. Dengan Satu Data, akselerasi menuju Indonesia Emas bisa dilakukan lebih cepat,” ujar Menkop.

Acara peluncuran tersebut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain Menteri PPN/Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri PANRB Rini Widyantini, Wakil Menteri Sekretaris Negara Bambang Eko Suhariyanto, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Ketua Badan Legislasi DPR RI Bob Hasan, Duta Arsip Nasional Rieke Diah Pitaloka, Wakil Kepala Staf TNI AU Tedi Rezalihadi, serta pimpinan kementerian dan lembaga terkait.

Menkop optimistis, implementasi Satu Data Indonesia akan meningkatkan efektivitas kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, termasuk dalam mendukung program prioritas pembangunan lebih dari 80 ribu infrastruktur Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih berupa gudang, gerai, dan sarana pendukung lainnya.

Ia mengakui, pembangunan Kopdes Merah Putih sebagaimana diamanatkan melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 masih menghadapi tantangan, terutama terkait ketersediaan data yang presisi. Salah satu contoh kendala yang dihadapi adalah kebutuhan data jumlah kepala keluarga pengguna LPG 3 kilogram atau pupuk bersubsidi di tingkat desa dan kelurahan.

Sebagai respons atas tantangan tersebut, Kementerian Koperasi sebelumnya telah melakukan berbagai upaya, mulai dari pengembangan aplikasi berbasis data, pengumpulan data melalui enumerator, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk analisis data.

Menkop menegaskan, validitas data menjadi kunci agar tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, ia menilai kolaborasi lintas kementerian dan lembaga menjadi keharusan dalam pengelolaan data nasional.

“Tanpa kerja kolaboratif, persoalan data akan terus dihadapkan pada masalah rendahnya validitas dan potensi kesimpangsiuran,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri PPN/Bappenas Rachmat Pambudy menyatakan bahwa Kolaborasi Satu Data Indonesia merupakan ikhtiar bersama untuk memastikan pembangunan nasional, baik di tingkat pusat maupun daerah, benar-benar berbasis data yang akurat dan terintegrasi.

“Kita sering mendapat amanat bahwa pembangunan harus didasarkan pada data ilmiah. Ke depan, Satu Data Indonesia harus menjadi bagian tak terpisahkan dari pembangunan nasional,” ujar Rachmat.

Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penandatanganan komitmen sinergi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk mewujudkan Satu Data Indonesia yang berbasis pada kebijakan pembangunan nasional. (Aji)

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate