
PeluangNews, Probolinggo – Menteri Koperasi Ferry Juliantono meresmikan Toko Rakyat Serba Ada (Torasera) Nurja Berkah di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (15/2/2026).
Kehadiran Torasera ini ditegaskan sebagai penguat ekosistem Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih yang tengah dipercepat pembentukannya di seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Ferry Juliantono menyampaikan apresiasi atas inisiatif pesantren menghadirkan pusat distribusi berbasis koperasi. Ia menyebut Torasera bukan sekadar toko ritel, melainkan simpul ekonomi desa yang terintegrasi.
“Ini menjadi kebanggaan sekaligus membangkitkan optimisme kami di Kementerian Koperasi dalam menjalankan amanah untuk mengembangkan koperasi desa dan kelurahan di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Menurutnya, Torasera Nurja Berkah menjadi salah satu dari dua Torasera yang telah berdiri di Indonesia. Model ini diharapkan mampu menjadi hub distribusi kebutuhan pokok bagi koperasi desa sekaligus off-taker yang menyerap hasil produksi masyarakat, mulai dari sektor pertanian, perikanan, peternakan hingga UMKM.
Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah menargetkan pembentukan 80 ribu Kopdes/Kel Merah Putih. Saat ini, tercatat 83 ribu koperasi telah berbadan hukum dan memasuki tahap pembangunan fisik seperti gudang, gerai, serta sarana pendukung lainnya.
“Sebanyak 30 ribu unit ditargetkan rampung dan siap operasional pada April 2026. Selanjutnya pembangunan akan terus berlanjut hingga mencapai target nasional,” kata Ferry.
Ia menegaskan, koperasi harus menjadi instrumen utama agar perputaran ekonomi terjadi di desa, bukan hanya terpusat di kota.
“Koperasi adalah instrumen utama untuk memastikan ekonomi berpihak kepada rakyat. Kita ingin memastikan perputaran ekonomi terjadi di desa, sehingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional,” tegasnya.
Wakil Bupati Probolinggo Fahmi Abdul Haq Zaini menilai Torasera Nurja Berkah akan menjadi penguat bisnis bagi ekosistem Kopdes Merah Putih di wilayah Paiton dan sekitarnya.
“Keberadaan Torasera ini bukan sekadar pusat perbelanjaan, tetapi juga wujud nyata kemandirian ekonomi pesantren serta kontribusi pesantren dalam memperkuat ekonomi keumatan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Ponpes Nurul Jadid Abdul Hamid Wahid menyebut Torasera dirancang sebagai sentra ekonomi masyarakat sekitar sekaligus business hub koperasi desa.
“Lebih dari itu, Torasera Nurja Berkah ini kami cita-citakan sebagai business hub yang menyokong beroperasinya Koperasi Desa Merah Putih khususnya di wilayah Paiton dan sekitarnya,” jelasnya.
Selain penguatan koperasi desa, pemerintah juga menyiapkan dukungan pembiayaan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) serta sinergi lintas kementerian dan lembaga.
Kementerian Koperasi turut berkomitmen mendukung sektor pesisir di Probolinggo melalui penyediaan infrastruktur seperti pabrik es dan sarana pendukung bagi nelayan.
Peresmian Torasera Nurja Berkah diharapkan menjadi model nasional pengembangan koperasi berbasis pesantren yang mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan secara terintegrasi dari hulu ke hilir.








