
PeluangNews, Subang – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono meresmikan pelepasan ekspor kopi ke Aljazair yang dilakukan Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah (GLB) di Kampung Leuwinutug, Cisalak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Sabtu (17/1). Pelepasan ini menandai keberhasilan koperasi petani kopi tersebut menembus pasar internasional dengan volume ekspor mencapai 5 kontainer atau setara 96 ton kopi.
Ferry Juliantono memberikan apresiasi tinggi kepada para petani kopi anggota koperasi yang dinilainya berhasil membawa produk lokal naik kelas hingga mampu bersaing di pasar global.
“Yang patut dibanggakan bukan hanya Subang, tetapi seluruh Indonesia. Koperasi Gunung Luhur Berkah telah membuktikan diri sebagai eksportir yang mendunia,” ujar Menkop dalam sambutannya.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Menkop menginstruksikan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) untuk mempercepat pencairan pembiayaan bagi Koperasi Gunung Luhur Berkah guna memperluas kapasitas produksi dan ekspor kopi ke berbagai negara tujuan.
Baca Juga: RUU Koperasi Diusulkan Jadi UU Sistem Perkoperasian Nasional
Acara ini turut dihadiri Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi, Staf Ahli Menteri Bidang Kebijakan Publik Koko Haryono, Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi, Direktur Utama LPDB Krisdiyanto, Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Perhutanan Catur Endah Prasetiani, Kepala Biro Humas, TU dan TI Darmono, serta Ketua Koperasi Gunung Luhur Berkah Miftahudin Shaf.
Dalam arahannya, Menkop menegaskan pentingnya mengembalikan gerakan koperasi ke sektor-sektor strategis seperti produksi, distribusi, industri, dan perkreditan. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk implementasi amanat Pasal 33 UUD 1945.
“Apa yang kita lakukan hari ini adalah melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa, khususnya Bung Karno dan Bung Hatta, agar perekonomian Indonesia dikelola berdasarkan konstitusi,” tegas Ferry.
Ia juga menyampaikan pesan Presiden Prabowo agar negara kembali hadir mengatur arah perekonomian sehingga sistem ekonomi nasional kembali berpijak pada konstitusi dan berpihak pada rakyat.
Sementara itu, Ketua Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah, Miftahudin Shaf, mengatakan koperasinya kini menjadi motor penggerak ekonomi Desa Cisalak. Saat ini, koperasi tersebut memiliki 450 anggota, mengelola lahan seluas 1.589 hektare, serta melibatkan sekitar 1.200 tenaga kerja.
Miftahudin mengungkapkan, sepanjang 2024–2025 koperasinya telah mengekspor kopi sebanyak 964,2 ton ke enam negara dengan nilai transaksi lebih dari 4,6 juta dolar AS atau sekitar Rp77,6 miliar, sekaligus memperkuat posisi koperasi sebagai pemain penting dalam rantai pasok kopi Indonesia di pasar global. (RO/Aji)







