
PeluangNews, Tangerang – Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono menegaskan pentingnya pembinaan koperasi secara berjenjang agar koperasi Indonesia mampu bangkit dan naik kelas menjadi pilar utama perekonomian nasional. Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi BMI Group Tahun Buku 2025, di Tangerang, Banten, Kamis (22/1/2026).
Dalam kesempatan itu, Ferry secara khusus mengapresiasi kinerja Koperasi BMI Group yang dinilai berhasil membuktikan bahwa koperasi mampu tumbuh melalui beragam kegiatan dan usaha nyata, tidak terbatas pada sektor simpan pinjam.
“Saya mengapresiasi Koperasi BMI Group yang telah membuktikan bahwa koperasi mampu tumbuh dengan beragam kegiatan dan usaha nyata. Ke depan, saya mendorong BMI Group untuk mengambil peran sebagai kakak asuh bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, berbagi pengalaman, kapasitas, dan praktik baik,” ujar Ferry.
Menurut Ferry, model pendampingan koperasi besar terhadap koperasi desa menjadi bagian penting dari strategi pembinaan nasional. Ia menilai, koperasi yang telah matang secara kelembagaan dan usaha memiliki tanggung jawab moral untuk membantu koperasi skala kecil agar berkembang lebih cepat dan berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa kebangkitan koperasi nasional hanya bisa terwujud jika koperasi berani melakukan transformasi usaha dan masuk lebih kuat ke sektor produksi serta industri.
“Sudah saatnya koperasi Indonesia bangkit dan naik kelas. Tidak hanya bergerak di sektor simpan pinjam, tetapi juga masuk lebih kuat ke sektor produksi dan industri. Dengan begitu, koperasi mampu mengejar ketertinggalan, bersaing secara sehat dengan BUMN dan swasta, serta benar-benar menjadi pilar utama perekonomian nasional,” tegasnya.
RAT Koperasi BMI Group Tahun Buku 2025 turut dihadiri Sekretaris Kementerian Koperasi RI Ahmad Zabadi dan Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman, serta Dirut Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Krisdianto. Hadir pula Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Banten Agus Mintono, bersama jajaran kepala dinas dan perwakilan koperasi dari Provinsi Banten dan Jawa Barat.
Kehadiran lintas kementerian dan pemerintah daerah tersebut mencerminkan sinergi pembinaan koperasi dari pusat hingga daerah, sekaligus menegaskan posisi Koperasi BMI Group sebagai salah satu koperasi besar yang diperhitungkan secara nasional.
Sejumlah pimpinan koperasi besar nasional juga menghadiri forum tersebut, di antaranya Ketua Pengurus Kopdit Pintu Air Yakobus Jano dan Sekretaris Agustinus Nong dari Nusa Tenggara Timur, Presiden Direktur BMT NU Ngasem Muhammad Wahyudi, Ketua Pengurus KSPPS BMT UGT Nusantara Abdul Majid Umar, Ketua Pengurus Koperasi Astra Internasional Agus Baskoro, Ketua Pengurus KSP Kodanua Tommy Priyanto, serta perwakilan KSPPS Abdi Kerta Raharja dan Pimred Majalah Peluang Irsyad Muchtar.
Makna Tema RAT Tahun Buku 2025
Dalam sambutannya, Presiden Direktur Koperasi BMI Group Kamaruddin Batubara menegaskan tema RAT Tahun Buku 2025, “Koperasi Lahir dan Tumbuh atas Inisiatif Anggota,” sejalan dengan arah kebijakan pembinaan koperasi nasional yang menempatkan anggota sebagai pusat pertumbuhan.
Ia menekankan bahwa inovasi menjadi kunci agar koperasi mampu bertahan dan memberikan manfaat nyata bagi anggota di tengah disrupsi ekonomi.
“Inovasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Tanpa inovasi, koperasi akan tertinggal dan sulit menjawab kebutuhan anggota,” ucap Kamaruddin.
Sebagai bagian dari transformasi usaha dan kolaborasi lintas sektor, Koperasi BMI Group turut meluncurkan produk co-branding BMI x Vivo, yakni Vivo Y400 dan Vivo V60 Lite. Kolaborasi ini dinilai mencerminkan kesiapan koperasi untuk masuk ke ekosistem industri dan teknologi.
Melalui RAT Tahun Buku 2025 ini, Koperasi BMI Group menegaskan komitmennya untuk mendukung agenda pembinaan koperasi nasional dengan memperkuat kelembagaan, memperluas usaha produktif, serta berperan aktif dalam mendorong koperasi desa dan kelurahan agar tumbuh, mandiri, dan berdaya saing. (Aji)







