hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Menkeu Ungkap Jumlah Penganggur Bertambah 2, 67 Juta Orang

JAKARTA—Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan jumlah pengangguran meningkat sebanyak 2, 67 juta orang. Dengan demikian jumlah penganggur bertambah dari 7,1 juta  menjadi 9,77 juta orang atau dari 5,23 persen ke 7.07 persen.

“Peningkatan itu terjadi sebagai dampak pandemi Covid-19,” ujar Sri Mulyani dalam jumpa pers nggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) KITA di Jakarta, Senin, 23 November 2020.di Jakarta, Senin 23 November 2020.

Dalam kesempatan Menkeu mengakui  selama periode Agustus 2019 sampai Agustus 2020, juga terdapat tambahan angkatan kerja baru sebanyak 2,36 juta orang. Pandemi juga berimbas pada penurunan 0,31 juta lapangan kerja.

Rinciannya, dari 29,12 juta angkatan kerja yang terdampak Covid-19, sebanyak 2,56 juta orang merupakan pengangguran. Sementara sebanyak 0,7 juta orang bukan angkatan kerja, 1,77 juta orang sementara tidak bekerja, dan 24 juta orang bekerja tetapi dengan jam yang lebih rendah.

Menurut Sri Mulyani kondisi ini mempengaruhi tingkat kesejaterahan dan ini tantangan yang harus diselesaikan pemerintah.

Implikasi  bertambah pengangguran, yaitu berkurangnya tingkat kesejahteraan masyarakat yang sebetulnya mencapai 10,96 persen.

Namun Sri Mulyani mengklaim dengan adanya bantuan sosial (Bansos), maka kurangnya tingkat kesejahteraan itu berkurang menjadi 9,69 persen.

“Adanya perlindungan sosial, maka kita bisa menurunkan dampak buruk dari yang seharusnya 10,96 persen menjadi 9,69 persen. Ini lebih rendah 1,5 persen, itu suatu angka yang cukup signifikan,” ucap dia.

Sri Mulyani juga menyatakan, tingkat kesejahteraan yang menurun juga tercermin dari banyaknya masyarakat yang saat ini beralih dari sektor formal ke informal, yakni dari 44,12 persen turun ke 39,53 persen.

“Mereka yang menjadi pekerja di sektor informal, sehingga pekerja di sektor informal naik dari 55,8 persen menjadi 60,4 persen,” pungkas Menteri.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate